Yuk Ketahui Lebih Lanjut Tentang Saham Syariah!

140 0

Saham syariah adalah salah satu jenis investasi di pasar modal syariah, secara umum tidak ada yang membedakan antara pasar modal konvensional dan pasar modal syariah.

Yang menjadi pembeda pasar modal syariah adalah dijalankannya prinsip hukum islam, dalam pelaksaan pasar modal syariah berdasar fatwa Dewan Syariah Nasional — Majelis Ulama Indonesia.

Saham adalah surat berharga yang bisa dijadikan bukti penyertaan atas suatu perusahaan yang dapat dijadikan bukti kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Saham syariah lebih spesifik adalah saham yang berasal dari perusahaan yang memiliki kegiatan usaha dan pengelolaan yang tidak melanggar prinsip syariah di pasar modal.

Saham yang masuk dalam kriteria efek syariah akan dimasukan dalam daftar efek syariah yang diterbitkan oleh OJK, dan daftar efek syariah akan di terbitkan secara berkala.

Sedang daftar efek syariah adalah daftar yang memuat data efek syariah yang diterbitkan secara berkala dan event khusus .

Saham dapat dimasukan dalam daftar efek syariah setelah memenuhi beberapa syarat dan kriteria seperti :

  • Saham harus diterbitkan oleh perusahaan yang di dalam anggaran dasarnya menyatakan bahwa kegiatan usahanya berdasar prinsip syariah, atau perusahaan yang memenuhi kriteria OJK sebagai saham syariah.
  • Memiliki total utang berbasis bunga dibanding total asset pada perusahaan tidak lebih dari 45%, dan memiliki pendapatan non halal maks 10% dibanding total pendapatan.

Masih adanya toleransi total hutang berbasis bunga dan pendapatan non halal terhadap saham yang masuk daftar efek syariah, hal ini berlandaskan pada Fatwa DSN-MUI.

Fatwa DSN — MUI merupakan hasil ijtihad para ulama yang memiliki keahlian bidang fiqh muamalah di Indonesia, ijtihad tersebut berlandaskan pada kondisi kondisi pasar keuangan dan ekonomi Indonesia yang belum memungkinkan untuk menerapkan ekonomi syariah secara penuh.

Dasar landasan Fiqh yang menjadi landasan penerapan kriteria saham syariah, yang mendasari di jalankannya angka toleransi yaitu :

  • Tafriq al-halal min al-haram Dalam makanan apabila minyak babi dan ayam bercampur, maka ayam tersebut menjadi haram dan tidak halal dimakan. Akan tetapi hal ini berbeda hal dengan masalah keuangan. Hal ini memungkinkan karena kita dapat menghitung persentase pendapatan non halal, dan memisahkannya dari harta kita.
  • Ma laa yudraku kulluhu laa yutraku kulluhu Kaidah fiqh lainnya adalah “Jika tidak didapati seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya” dengan kata lain jika terdapat suatu perkara, maka lakukan semampu kita (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Tadarruj lil-hukmi Dalam ilmu ushul fiqih, dikenal adanya tahapan dalam menetapkan hukum (tadarruj lil-hukmi), sebagai contoh larangan minum Khamr yang dilakukan dalam beberapa tahap.

Perbedaan sistem online trading syariah dengan sistem trading online umum/ konvensional terdapat pada hanya diperbolehkan membeli efek yang terdaftar di daftar efek syariah.

Pada pasar modal syariah juga hanya diperbolehkan transaksi secara tunai (margin trading tidak diperbolehkan) dan tidak diperbolehkan melakukan transaksi jual beli saham yang belum dimiliki (short selling).

Dengan adanya saham syariah di pasar modal Indonesia, berlandaskan dengan aturan syariat Islam yang juga dikuatkan dengan fatwa MUI — DSN diharapkan pasar modal menjadi tempat yang terbuka untuk semua kalangan.

Demikian artikel tentang saham syariah semoga artikel ini dapat memberi informasi tambahan yang berguna bagi calon investor pasar modal syariah dan pemerhati pasar modal syariah di Indonesia.

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply