Trik Memilih Saham Terbaik

6 0

“Jumlah investor ritel yang mencapai 3,2 juta investor tumbuh 3 kali lipat sejak 2016” — Inarno Djajadi (2020) 

Jumlah investor pasar modal Indonesia yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada masa pandemi meningkat sekitar 22% dibanding periode July 2019 dan investor saham menyumbang 42% dari keseluruhan pertumbuhan. 

Disisi lain jumlah investor saham ritel yang melakukan transaksi harian pada masa pandemi meningkat sekitar 80%, tercatat 51.000 investor aktif bertansaksi harian per Maret 2020 menjadi 93.000 investor per July 2020. 

Keseluruhan data menunjukkan besarnya minat investor dalam negeri terhadap pasar modal Indonesia dan untuk menjaga kestabilan pasar modal.

Investor perlu mengetahui beberapa indikator untuk menilai harga saham, dan prospek saham kedepan.

Pengetahuan ini penting untuk menghindari investor dari sikap spekulasi dan mengalami kerugian yang tidak terduga. 

Karena seperti kita ketahui bersama, pergerakan harga saham bersifat tidak konstan atau unpredictabel.

Pengetahuan ini dapat membantu investor dalam menentukan pilihan saham agar tidak sekedar ikut ikutan. 

Image : Unsplash.com @austindistel

Resiko datang dari ketidaktahuan kita, dari apa yang kita dilakukan —- Warren Buffet 

Hal yang pertama, yang harus diperhatikan investor adalah memiliki landasan yang jelas dan terukur untuk membeli suatu saham. 

Untuk mengetahui landasan untuk membeli saham, investor saham setidaknya dapat memeriksa beberapa point penting seperti berikut :

  • Mengetahui Pemilik Saham Mayoritas 
  • Cek Pembagian Deviden 
  • Analisa Faktor Fundamental Perusahaan
  • Cek Kasus Perusahaan
  • Cek Kasus Pemilik Saham Mayoritas 
  • Cek Prospek Bidang Usaha

Selanjutnya adalah menyiapkan mentalitas yang baik untuk tidak serakah, hal ini penting dimiliki oleh investor saham, mengingat ketidakpastian yang besar di pasar saham. 

Untuk memastikan diri kita memiliki mentalitas yang baik, perlu ada indikator yang harus kita miliki dalam melakukan transaksi di pasar saham, seperti : 

  • Apakah saya tahu, bidang usaha dari saham yang saya beli ? 
  • Apakah harga saham yang saya beli layak? (Memiliki Margin of Safety)
  • Apakah saya sudah menjualnya pada saat harga saham sudah diatas harga target ? atau 
  • Saya masih berfikir untuk menahan saham untuk mendapat profit yang lebih besar ? 

Setelah semua indikator tercapai kita dapat melakukan jual beli saham dengan tenang, dan melakukan jual beli saham tanpa dorongan emosional yang tidak berdasar. 

Semua kembali ke diri kita masing masing setiap keuntungan maupun kerugian menjadi tanggung jawab individu masing masing dan suatu resiko pasar.

Artikel ini hanya bertujuan untuk sebagai edukasi, bukan sebuah perintah yang mutlak untuk melakukannya hanya dapat dijadikan pertimbangan.

Leave a Reply