Tips, Terbaik Menyikapi Hutang

76 0

Tidak ada rencana yang lebih baik jika kita saling membandingkan , namun setidaknya anda memiliki sebuah rencana untuk melunasi atau menghindari hutang— RMND 

Hutang sudah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan modern, namun terkadang hutang yang kita miliki mendistraksi focus kita dan justru semakin menggunung. Belakangan, ramai diperbincangkan besaran utang negara Amerika Serikat yang dikabarkan akan mencapai limitnya. 

Apakah Amerika Serikat akan bernasib sama dengan Yunani medio 2015 lalu ? Namun kali ini kita tidak akan membahas tentang hutang dalam perspektif yang luas dan terbatas pada hutang di lingkup rumah tangga. 

Tidak ada hal yang baru dibawah sinar matahari, semua yang ada pada hari ini dulu sudah pernah ada. Maka sudah selayaknya kita mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang pernah kita hadapi dan pelajari — Unknown

Sebenarnya, boleh atau tidak kita berhutang bergantung pada kebutuhan dan kemampuan kita untuk membayar hutang tepat waktu. Namun ada beberapa pertanyaan yang harus kalian jawab sendiri jika ingin berhutang, yaitu :

  1. Apakah saya butuh ?
  2. Apakah dengan tidak membeli barang ini kebutuhan saya terganggu ?
  3. Apakah pembelian ini masih bisa di cancel beberapa bulan hingga uang cukup ?

Sebagai gambaran yang mungkin banyak kita rasakan adalah pilihan pada saat kita ingin membeli kendaraan baru dan dalam hal ini akan kita gambarkan membeli mobil sebagai alat penunjang kegiatan sehari hari.

Jika anda ingin mengambil kredit atau hutang maka kita asumsikan anda sanggup membayar down payment dan cicilannya tiap bulan. Dengan mengacu pada tabel angsuran mobil yang saya dapatkan di internet untuk salah satu tipe mobil dengan merk tertentu. 

Maka diperlukan uang DP (down payment) sebesar Rp 52.000.000 dengan angsuran Rp 5.200.000 per bulannya untuk cicilan mobil selama 60 bulan dan harga mobil Rp 240.000.000.  

Dengan uang senilai DP kita dapat untuk membeli kendaraan second hand terlebih dahulu dan menabung selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Mobil yang kita gunakan dapat dijual untuk menambah kekurangannya. 

Namun pasti muncul pertanyaan di benak kalian seperti Bagaimana jika uangnya terpakai ?, Bagaimana jika harga mobil kita jatuh ?, Bagaimana jika harga mobil incaran naik secara significant ? dan masih banyak pertanyaan lainnya. 

Jika ternyata di tengah jalan uang yang seharusnya digunakan untuk membeli kendaraan baru tersebut terpakai untuk kebutuhan mendesak yang tidak bisa harus dikeluarkan, maka anda masih bisa bersyukur. 

Karena kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan baik dan ada kendaraan yang masih bisa anda pakai tanpa harus takut ditarik oleh pihak leasing karena menunggak pembayaran bulanan. 

Harga mobil second cenderung stabil karena sudah jatuh terlalu jauh dibanding harga mobil baru dan harga mobil cenderung naik namun masih dalam tahap wajar. Dengan asumsi yang kita lakukan. 

Maka ada setidaknya 3 keuntungan jika kita dapat merencanakan dengan baik hutang yang akan kita ambil :

  1. Financial, karena kita akan hemat secara financial karena “hanya” perlu menabung selama 3 tahun dan  bukan membayar cicilan selama 5 tahun. 
  2. Mental Health, karena kita akan memiliki kesehatan mental yang baik karena yang kita sisihkan setiap bulan adalah bentuk komitmen ke diri sendiri dan bukan ke pihak lain (debt)
  3. Comfortable, karena kita memiliki uang cadangan yang baik di rekening untuk kemungkinan pengeluaran tidak terduga.

Tentu bagi umat muslim akan mendapat satu keuntungan lainnya yaitu keuntungan ketenangan secara batiniah karena dapat terhindar dari riba dan disisi lain dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik.

Di dunia modern hutang menjadi hal yang sangat biasa baik di tingkat individu hingga tingkat nasional, hutang dapat dianggap baik jika hutang tersebut dapat dipertanggung jawabkan dengan perhitungan yang matang. 

Namun hutang dapat menjadi suatu momok jika ternyata, hutang diambil begitu saja tanpa perhitungan yang baik dan terukur. Karena dengan berhutang kita wajib membayarnya beserta dengan biayanya karena sudah masuk dalam perjanjian hutang. 

Sebelum kita bangun sarana untuk masyarakat, kita akan bangun prasarana terlebih dahulu — Jusuf Kalla Arah Politik dan Bisnis Indonesia 2019.

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply