Tips Menghindar Dan Melindungi Whatsapp Kita Dari Resiko Peretasan

12 0

Belakangan ini marak aksi pembobolan aplikasi chatting Whatsapp, tujuan pelaku mendapatkan akses ke Whatsapp kita adalah untuk menipu orang-orang di yang ada di kontak kita untuk mengirimkan sejumlah uang ataupun pulsa. Saya sendiripun mengalaminya kemarin, namun saya berhasil menghindarkan diri dari aksi pelaku untuk membajak Whatsapp saya lebih jauh. Berikut ini adalah tips menghalau dan melindungi Whatsapp kita dari peretasan.

Sebelumnya akan Saya ceritakan terlebih dahulu bagaimana Saya bisa tahu dan menghalau aksi peretasan Whatsapp tersebut. Jadi beberapa bulan yang lalu teman dekat Saya menjadi korban dari aksi peretas Whatsapp ini, dia habis pulang dari Indomaret lalu mendapat pesan sms yang bertuliskan huruf Thailand. Kemudian ada pesan whatsapp masuk, dipesan itu pelaku mengaku sebagai kasir Indomaret yang salah memasukkan kode voucher game.

Teman Saya tersebut punya sifat yang terlalu polos, sehingga dengan tanpa rasa curiga dia langsung saja mengirimakn screenshot sms yang diminta pelaku tadi. Alhasil, Whatsapp dia pun berhasil diambil alih pelaku kejahatan. Setelah itu pelaku berpura-pura mengaku sebagai teman Saya dan meminta transferan uang ke Ayahnya.Untung Ayah teman Saya tidak langsung percaya begitu saja dan menelpon anaknya yang sedang ada dibengkel sepeda motor. Alhasil pelaku pun tidak dapat yang diminta.

Dihari itu juga teman Saya itu langsung menelpon Saya kalau Whatsappnya sudah dibajak orang, dan menceritakan kejadiannya ke Saya. Tak lama setelah itu si pelaku menyamar sebagai teman Saya dan Whatsapp ke Saya. Ada kata-kata aneh memang dari percakapan yang dia lakukan, namun Saya tidak akan mengatakan disini kata apa yang dimaksudkan. Hal ini untuk mencegah pelaku lain mengganti kata yang dimaksud untuk mengecoh korbannya. Untungnya setelah menunggu 24jam Whatsapp teman Saya itu bisa dipulihkan kembali seperti semula.

Untuk kejadian yang Saya alami sendiri terjadi kemarin, jum’at sore sekitar setengah lima. Ketika Saya sedang asyik browsing tiba-tiba ada pesan masuk dari Whatsapp yang berisikan kode angka dan tulisan Thailand.

Langsung saja Saya buka Whatsapp Saya dan ada kotak dialog yang menandakan kalau Whatsapp Saya sudah diambil alih oleh pelaku, hanya saja si pelaku menunggu Saya untuk mengirim kode dari sms tersebut dengan cara mengirimkan pesan di Whatsapp seperti pada gambar diatas. Karena kata verifikasi tidak ada Saya pun menekan diluar kotak dialog itu, dan untungnya tidak terjadi apa-apa.

Dari kejadian ini ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar terhindar dari aksi pembajakan Whatsapp.

Gunakan PIN

Pada aplikasi Whatsapp terdapat PIN sebagai langkah pengamanan tambahan, PIN tersebut akan kita masukkan setiap beberapa waktu. Hal ini agak merepotkan memang namun tidak masalah untuk dilakukan agar pelaku peretasan kesulitan mengakses Whatsapp kita, meskipun ia telah berhasil membobolnya.

Tambahkan Email

Penambahan email sangat berguna apabila kita lupa dengan PIN Whatsapp. Jadi kita bisa merecovery PIN tersebut dengan yang baru. Tapi hal ini sepertinya jarang karena Whatsapp akan meminta kita untuk memasukkan PIN secara berkala, jadi harusnya kita selalu ingat dengan PIN tersebut.

Jangan Mudah Percaya

Bila ada pihak yang mengatakan dari pihak minimarket yang mengatakan salah mengirimkan kode voucher game jangan, langsung percaya. Karena sangat tidak mungkin bila kasir salah input kode voucher game tapi yang terkirim adalah sms dengan tulisan Whatsapp diatasnya. Dan bila kita memang barusan dari minimarket tersebut,tanyakan saja ke kasirnya apa benar dia yang sms. Saya yakin jawabannya tidak.

Jangan Tekan OK tapi Tekan Verifikasi

Seperti yang Saya alami kemarin, ketika ada pemberitahuan kode di sms Saya langsung buka Whatsapp dan menekan diluar kotak dialog. Bila disana ada kata-kata verifikasi tekan yang itu, namun pada kasus Saya kemarin yang ada adalah kata Selengkapnya dan OK. Kata OK tidak mungkin Saya pilih, karena itu artinya Saya mengiyakan Whatsapp Saya dibobol.

Jangan Berikan Nomor Whatsapp ke Sembarang Orang

Untuk lebih meningkatkan keamanan pada Whatsapp, alangkah baiknya untuk tidak memberikan nomor kita ke sembarang orang. Cukup berikan ke orang-orang yang memang sudah kita kenal, seperti orang tua,guru,dosen,teman sekolah,atau pacar. Tapi jujur untuk yang satu ini sulit bagi para pencari kerja, seperti Saya salah satunya. Saya harus memasukkan nomor Whatsapp di CV agar bisa sewaktu-waktu dihubungi oleh pihak perusahaan.

Untuk masalah ini yang bisa dilakukan memasang 2 aplikasi Whatsapp, yang biasa dan yang bisnis. Jadi nomor Whatsapp binis inilah yang Saya share ke publik. Sedangkan nomor Whatsapp biasa hanya untuk keluarga Saya.

Akhirnya, selalu waspada dan berfikir kritis adalah cara terbaik agar kita terhindar dari segala bentuk kejahatan baik didunia nyata maupun didunia maya. Masalah peretasan seperti ini tidak hanya akan mengenai aplikasi Whatsapp tapi juga bisa ke yang lebih parah lagi yakni aplikasi kredit. Saya pernah membaca pada kolom komentar yang berisi curhatan dari korban yang merasa tidak pernah membelanjakan kreditnya, namun dia yang harus membayar hutang yang sangat besar. Semoga hal semacam ini tidak terjadi pada kita,dan semoga tulisan Saya ini membuat kita menjadi lebih waspada.

Leave a Reply