Tingkat Adaptasi dan Penerimaan Masyarakat Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Menangani Kasus Pandemi Covid-19 di Indonesia

99 0

Akhir-akhir ini virus Covid-19 semakin memakan banyak korban, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa sampai Jumat (9/7) jumlah masyarakat di Jakarta yang dinyatakan positif corona mencapai 13.112 orang.  

Pemerintah sudah banyak melakukan usaha semaksimal mungkin dan pemerintah pun juga mengeluarkan kebijakan untuk menekan persebaran virus covid-19 dan juga jumlah masyarakat yang positif covid-19. 

Kebijakan pemerintah dalam menangani covid-19 ada banyak sekali dan tak terhitung, pertama pemerintah menerapkan protokol kesehatan yang wajib dijaga dan dilaksanakan oleh masyarakat sekitar dalam rangka menekan angka kasus kematian jiwa dikarenakan penyakit Covid-19. 

Protokol Kesehatan yang diperintah oleh pemerintah yaitu 5 M, M yang pertama yaitu mencuci tangan, dimanapun berada kita harus mencuci tangan dan menjaga kebersihan tangan kita dari kemungkinan-kemungkinan virus covid yang menyebar di tempat yang tidak kita sadari sebelumnya. 

Rutin mencuci tangan hingga bersih, cukup efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Untuk hasil yang maksimal, cucilah tangan setidaknya selama 20 detik beberapa kali sehari, terutama saat sebelum memasak atau makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan setelah menutup hidung saat batuk atau bersin. 

Untuk membunuh virus dan kuman-kuman lainnya, gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya dengan kadar 60 persen. 

Protokol kesehatan yang kedua yang dianjurkan oleh pemerintah yaitu memakai masker saat beraktivitas diluar rumah atau beraktivitas dengan orang banyak di lingkungan kita.

Dengan memakai masker dapat mencegah kemungkinan kita menghirup udara-udara aneh yang mungkin saja udara tersebut mengandung virus covid-19 yang ditularkan oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita. 

Protokol kesehatan yang ketiga yaitu menjaga jarak, selain harus menjaga kebersihan tangan dengan selalu mencuci tangan dan juga harus memakai masker, hal yang juga harus diutamakan yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang-orang yang kita temui saat kita beraktivitas diluar rumah, karena dengan itu akan memutus rantai penyebaran covid-19 yang disebarkan melalui kontak fisik dengan orang lain. 

M yang keempat yaitu menjauhi kerumunan, saat kita beraktivitas dianjurkan untuk memakai tempat atau lokasi yang sepi dan jauh dari kerumunan, karena saat kita berada dalam kerumunan virus covid-19 cenderung akan menyebar lebih cepat, maka dari saat beraktivitas dijaga batasan untuk berkerumun dengan orang banyak dan yang terakhir yaitu menjaga mobilitas. 

Saat kasus covid-19 yang sekarang mulai naik lagi angka kasusnya seharusnya kita beraktivitas di dalam rumah saja dan jangan memperbanyak untuk beraktivitas di luar rumah, karena saat kita di dalam rumah, kemungkinan kecil kita akan terpapar virus covid-19. 

Namun saat dirumah pun kita tetap harus menjaga kebersihan karena virus covid-19 mulai bisa muncul dikarenakan kebiasaan kita yang jarang menjaga kehigienisan atau kebersihan rumah dan tubuh kita masing-masing.

Menurut masyarakat, protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah itu sudah sangat bagus dalam menekan angka kasus kematian karena wabah covid-19, dan juga bisa menekan jumlah angka pasien yang sudah terinfeksi covid-19 dan juga sudah dikarantina di wisma atlet atau tempat karantina untuk pasien covid-19. 

Namun anjuran pemerintah tersebut kadang tidak diindahkan oleh masyarakat Indonesia, saya masih banyak melihat orang-orang yang tidak taat aturan seperti tidak memakai masker saat beraktivitas diluar rumah, tidak menjaga jarak dengan temannya, sahabat karibnya, maupun keluarganya saat ada kegiatan penting di luar rumah, dan juga tetap berkerumun

Dalam kegiatan tersebut dan jarang sekali saya melihat yang menjauhi kerumunan dan tetap mengadakan kegiatan yang mengandung unsur berkumpul-kumpul. Dikarenakan sifat manusia yang bebal tersebut kasus covid-19 jadi meningkat lagi jumlahnya, dan pemerintah menjadi siaga 1 untuk menangani lebih keras lagi terhadap wabah covid-19 ini.

Selain protokol kesehatan 5M, pemerintah juga menerapkan aturan dalam bertransportasi di tengah wabah pandemi covid-19 ini yaitu,  orang-orang yang menaiki transportasi kereta maupun busway tidak diperbolehkan untuk mengobrol baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon, adapun tempat duduk pun juga dipisah-pisah atau diselang-seling agar tidak duduk saling menempel dan berdempetan satu sama lain. 

Hal ini dilakukan pemerintah untuk tetap menjaga orang-orang yang memakai transportasi tersebut untuk tidak berkerumun secara padat karena kita ketahui bahwa transportasi kereta dan busway sangat banyak peminatnya sehingga untuk kemungkinan untuk berkerumun itu sangat mudah.

karena banyak orang yang ingin cepat sampai tujuan dan mereka rela untuk berdesak-desakan, namun menurut saya karena adanya peraturan bertransportasi dalam pandemik covid-19 ini akan menekan jumlah kasus covid-19 dan juga menekan penyebaran virus covid-19 di dalam transportasi tersebut, dan juga setiap kereta siap siaga selalu disemprot disinfektan setelah kereta akan berangkat dan kereta berhenti beroperasi, itu sangat bagus dalam membersihkan kereta dari sisa-sisa kemungkinan virus covid-19 yang menempel  pada semua tempat di kereta tersebut.

Selain itu juga kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19 yaitu dengan mengadakan vaksin untuk mencegah virus covid-19 masuk ke tubuh para masyarakat Indonesia. 

Dengan cara ini pemerintah bisa sedikit tenang karena tidak hanya menjaga masyarakat dari luar namun juga dari dalam yaitu pengadaan vaksin covid-19 ini, menurut saya ini bagus dikarenakan masyarakat bisa terjaga dari virus covid-19.

Walau kemungkinannya tidak 100% namun bisa mencegah dan memblokir jalan masuk virus covid-19 ke dalam tubuh, tetapi tetap juga harus dijaga protokol kesehatannya terus menerus agar kita tetap sehat selalu dan terbebas dari virus covid-19.  

Leave a Reply