Taper Tantrum Bisakah Dihindari ?

147 0

Di zaman modern uang tidak hanya diposisikan sebagai alat bantu melakukan transaksi tetapi sudah dianggap sebagai komoditas — RMND.

Belakangan ini ramai diperbincangkan di dunia keuangan tanah air, mengenai risiko Indonesia terdampak kebijakan Tapering The Federal Reserve’s di Amerika Serikat. Sebenarnya apa itu The Fed atau The Federal Reserves, Quantitative Easing, Tapering dan Taper Tantrum ?.

Untuk dapat menyederhanakan pembahasan, harus disadari bahwa mata uang saat ini tidak hanya diposisikan sebagai alat penunjang transaksi namun sudah dianggap sebagai komoditas atau barang yang pergerakan harganya dipengaruhi oleh mekanisme pasar (demand – supply).

Jika suplai uang meningkat di masyarakat hal ini akan sangat membantu perputaran uang atau ekonomi masyarakat dan mendorong terbukanya lapangan pekerjaan namun berdampak pada penurunan mata uang atau biasa disebut sebagai inflasi.

Dollar menjadi salah satu mata uang utama, mengingat banyak transaksi internasional lintas negara menggunakan Dollar sebagai mata uang yang ditransaksikan. 

The Fed atau Federal Reserve 

The Fed atau The Federal Reserve adalah lembaga bentukan pemerintah Amerika Serikat yang mendapat peran sebagai Bank Sentral. Sebagai Bank Sentral, The Fed memiliki kewenangan untuk mengendalikan suku bunga acuan dan kebijakan moneter lainnya di Amerika Serikat. 

QE ( Quantitative Easing )

Quantitative easing adalah kebijakan yang diambil bank sentral untuk meningkatkan jumlah uang beredar di masyarakat dengan cara membeli aset jangka panjang milik pemerintah maupun bank konvensional.

Dengan dilakukannya kebijakan Quantitative Easing, bank central akan mendorong lembaga keuangan untuk menyalurkan likuiditas kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman, baik untuk keperluan konsumtif maupun keperluan usaha atau bisnis dengan bunga yang sangat rendah bahkan 0%.

Dengan meningkatnya jumlah kredit di masyarakat, diharapkan dapat mengenjot perekonomian baik di tingkat mikro dan makro masyarakat. Dengan begitu, kegiatan usaha masyarakat dan perusahaan akan mampu berjalan dengan baik dan bahkan meningkatkan perkembangan ekonomi negara secara luas.

Disisi lain dengan suku bunga yang rendah memaksa orang yang memiliki tabungan dan para investor untuk menggunakan dananya agar lebih produktif, baik dengan melakukan investasi hingga membuka usaha dengan dana yang mereka miliki.

Salah satu tempat investasi yang menjadi pilihan adalah dengan berinvestasi di negara berkembang yang menawarkan imbal hasil yang menarik salah satunya Indonesia.

Disisi lain, kebijakan QE atau Quantitative Easing akan menimbulkan dampak lain yaitu munculnya inflasi akibat penambahan uang beredar di masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi harus dapat dikendalikan, untuk dapat menghindarkan manusia dari sifat tidak pernah puas di tengah terbatasnya sumber daya yang ada — Alice M Rivlin ( The Brooking Institution, Economic Choice 1988 )

Tapering 

Pada kebijakan tapering, bank central akan mulai mengurangi atau menghentikan QE atau Quantitative Easing karena dianggap sudah mencapai target dari stimulus yang dijalankan. Jika kebijakan QE tidak dihentikan maka dikhawatirkan akan terjadi inflasi diluar kendali perencanaan sebelumnya. 

Tercatat kebijakan QE atau Quantitative Easing seringkali dibarengi dengan kebijakan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, hal ini akan membuat para investor mempertimbangan untuk menarik investasinya di negara berkembang ke safe haven asset (Gold atau USD). 

Sebagai Informasi tambahan mengapa USD ( Dollar Amerika ) dianggap safe heaven dan setara dengan Gold atau emas. Karena, tercatat fluktuasi dollar amerika terhadap emas cukup stabil. 

Harga emas justru mengalami pelemahan terhadap dollar Amerika pada masa setelah tapering terjadi pada tahun 2013. Tercatat, harga emas mulai menunjukkan kenaikan drastis pada tahun 2020. 

Grafik USD to Gold, Goldprice.org

Taper Tantrum

Kebijakan The Fed dengan menghentikan QE atau Quantitative Easing otomatis akan mengurangi sumber dana murah yang beredar di masyarakat, namun hasil pemulihan ekonomi di Amerika Serikat diharapkan tetap berjalan dengan baik. 

Tercatat kebijakan QE atau Quantitative Easing dibarengi dengan kebijakan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, hal ini akan membuat para investor mempertimbangan untuk menarik investasinya ke tempat yang lebih aman (USD).  

Taper Tantrum adalah side efek yang dirasakan oleh negara berkembang akibat dari diberlakukannya kebijakan Tapering di Amerika Serikat. 

Permasalahan Utama yang akan muncul (Taper Tantrum) :

  1. Permintaan dolar naik akibat dari rencana investasi yang berubah, jika tidak diantisipasi sebelumnya hal ini akan menjadi faktor utama naiknya nilai dollar terhadap mata uang lokal (rupiah).
  2. Dana asing di dalam negeri akan keluar dari Indonesia dan menyebabkan paper asset atau portofolio akan mengalami pelemahan (saham, reksadana, etc)
  3. Spekulan akan bermunculan dan melakukan pembelian mata uang asing terutama USD yang akan semakin meningkatkan demand. 

Hal yang dapat dilakukan masyarakat umum:

  1. Persiapkan dana cadangan dalam bentuk mata uang lokal untuk kegiatan sehari hari dan antisipasi penurunan harga paper aset. 
  2. Persiapkan dana dalam bentuk USD untuk antisipasi kenaikan harga USD terhadap IDR.
  3. Persiapkan dana dalam bentuk USD untuk antisipasi pelemahan harga Emas terhadap USD. 

Hal yang dapat dilakukan pemerintah: 

  1. Alihkan investasi yang dilakukan oleh orang asing dan lembaga asing di Indonesia lainnya ke dalam bentuk aset real. 
  2. Gunakan mata uang selain USD dalam transaksi keuangan Internasional untuk kurangi ketergantungan terhadap USD.
  3. Lakukan pembatasan pembelian USD hanya untuk pihak yang memiliki urgensi untuk gunakan mata uang USD.

Kita tidak bisa memprediksi masa depan dengan pasti namun kita dapat memprediksi masa yang akan datang dengan mempelajari yang pernah terjadi, sederhananya jika anda ingin melakukan perjalan dari Jakarta ke Jogja pasti anda akan memantau traffic di jalan yang akan anda lalui. 

Anda dan ribuan orang lain pun memantau traffic dan memutuskan menggunakan jalur A dan terjadilah kemacetan. Disisi lain jalur B yang anda hindari karena diasumsikan macet justru menjadi lenggang karena semua orang memilih jalur A.  

Apapun bidang keilmuan yang kita pelajari, hal awal yang harus kita sadari adalah campur tangan Allah. Karena jika ia sudah berkehendak rencana apapun yang kita buat tetap akan mengikuti kehendakNya — RMND

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply