Review Cerita Film The Cobbler (2014)

14 0

Pasti pernah terbersit pertanyaan entah dari orang lain atau diri sendiri seperti, “Jika Anda bisa menjadi siapa pun dan melakukan apa pun yang Anda inginkan, akankah Anda menjadi siapa dan melakukan apa?”

Maka jawabannya mungkin akan sangat liar dan mengundang imaginasi. Sebagian akan menjawab ingin menjadi Tony Stark, Bill Gates, Steve Jobs atau mungkin raja social media Mark Zuckerberg. Ya, semua orang pasti memiliki jawabannya masing-masing.

Pertanyaan itu kemudian dituangkan oleh Thomas McCarthy dalam sebuah karya film bernama The Cobbler (2014). Berlatar belakang tempat di New York, Amerika Serikat, dan Adam Sandler sebagai aktor utama, membuat kita memiliki ekspektasi yang tinggi dan menghibur khas Adam Sandler.

Adam Sandler seperti yang kita ketahui terkenal acting dalam filmnya yang cenderung ceria dengan nuansa yang lebih hidup. Seperti dalam film Jack N Jill (11/11/2011), That’s My Boy (2012), Grown Ups 2 (2013), Hotel Transylvania (2013), dan Blended (2014)

Youtube.com

Adam Sandler berperan sebagai MAX dan berprofesi sebagai tukang sepatu di kawasan New York City, Amerika Serikat.  Max memiliki kehidupan yang hambar dan biasa biasa saja selayaknya tukang sol sepatu. Perubahan terjadi pada saat Max mendapat pesanan dari Lion namun mesin jahitnya rusak dan terpaksa Max mencari mesin reparasi sepatu peninggalan keluarganya. Karena Lion tidak kunjung datang, Max iseng mencoba sepatu mahal milik Lion.

Keajaiban terjadi, tiba tiba Max berubah menjadi Lion dan Max mulai mencoba mereparasi beberapa sepatu lain. Max mulai mencoba menggunakan “keajaiban” ini untuk keuntungannya sendiri. Storyline dari Film The Cobbler, bisa dikatakan dalam kategory drama komedi namun dengan sentuhan yang agak sedikit criminal action. Namun secara keseluruhan film drama komedi The Cobbler masih cocok menjadi tontonan bersama keluarga di akhir pekan.

Didasari dari tidak ada konten atau adegan dewasa di dalam film The Cobbler, kecuali sedikit adegan kekerasan. Menurut kami sangat cocok untuk dijadikan film hiburan di bersama keluarga. Maka saya pribadi memberi rating 8/10.

Leave a Reply