Peran Otoritas Keuangan dalam Mengendalikan Inflasi

14 0

Selayaknya air, inflasi dan deflasi dapat digunakan dengan maksimal dengan kadar yang sesuai —— RMND

Pada kesempatan sebelumnya kita sudah mengetahui definisi hingga dampak yang dirasakan masyarakat akibat inflasi, dan sempat disinggung mengenai pengendalian inflasi oleh pemerintah. 

Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba mencari tahu tentang apa itu Inflasi terencana, Mengapa harus dilakukan ? dan Apa resiko jika tidak dijalankannya pengendalian inflasi ?

Inflasi terencana adalah kebijakan moneter dan fiskal yang dikeluarkan oleh otoritas keuangan dan pemerintah dengan tujuan untuk menjaga kestabilan ekonomi. Inflasi yang terencana membuat masyarakat pada umumnya berpikir bahwa harga barang akan naik secara berkala. 

Dengan keyakinan yang sudah terbangun di masyarakat luas maka akan memacu demand / pembelian barang secara continyu, hal ini disebabkan sebagian besar masyarakat akan berupaya menghindari resiko kenaikan barang dengan membelinya di masa sekarang. 

Dengan semakin tingginya target inflasi maka diharapkan mengkatalisasi pertumbuhan industri (barang dan jasa) untuk dapat menyesuaikan dengan demand, dan diharapkan tingkat pengangguran akan berkurang seiring dengan kenaikan produksi suplay barang dan jasa di masyarakat. 

Tingkat suku bunga juga berpengaruh besar dengan kondisi ekonomi suatu negara, dengan suku bunga yang rendah akan meningkatkan sumber dana murah di masyarakat dan memacu masyarakat untuk membuka usaha baru dan meningkatkan inflasi atas dorongan naiknya biaya produksi.

Ada 2 kebijakan utama yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong pergerakan ekonomi yaitu dengan kebijakan moneter (lower interest) dan fiskal (lower tax). 

Alasan pemerintah dan otoritas keuangan melakukan pengendalian inflasi adalah menjaga keseimbangan antara demand dan suplay (hindari fluktuasi inflasi yang tajam), alasan lain adalah untuk menghindari kondisi ekonomi menuju deflasi.

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi, pada deflasi nilai mata uang akan meningkat dan masyarakat dapat menebus barang atau jasa dengan harga yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum terjadi deflasi.

Namun deflasi juga memiliki efek samping yang tidak kalah berat jika dibanding dengan inflasi, deflasi membuat persepsi masyarakat bahwa harga barang atau jasa akan mengalami penurunan di masa mendatang. 

Persepsi yang berkembang dimasyarkat akan mempengaruhi pola berbelanja masyarakat, masyarkat akan cenderung mengurangi pengeluaran karena menunggu harga barang atau jasa mengalai penurunan di kemudian hari. 

Jika deflasi terjadi terus menerus dikhawatirkan akan membuat kondisi perekonomian suatu negara mengalami stagnansi dan depressi ekonomi karena permintaan dari masyarakat tidak bertumbuh.

Pengendalian inflasi yang baik dapat menghindari pemerintah dari potensi kerugian yang lebih besar karena terlalu tinginya fluktuasi inflasi dan membuat daya beli masyarakat hilang tak berdaya. 

Disisi lain dengan dapat dikendalikannya inflasi maka akan menghindarkan kondisi perekonomian dari kelesuan ekonomi imbas dari kondisi stagnansi perekonomian. 

Ada banyak jenis inflasi yang dapat terjadi dalam suatu sistem ekonomi, dan untuk mengetahui lebih lanjut akan kami bahas dikesempatan mendatang. 

Leave a Reply