Novel : Murphy Prolog

226 4

Kamar diketuk, kemudian terbuka. Lampu yang tadi gelap, kini dihidupkan. Sang Ibu melihat kedua anaknya sedang tidur, tepatnya berpura-pura tidur. Dia tersenyum melihat kedua anaknya. Lalu dia duduk di tepi ranjang salah satu dari anaknya.

“Ah ternyata Toni dan Agatha sudah tidur toh. Padahal tadinya ibu mau mendongengkan sesuatu,” ujar sang Ibu seraya melirik kedua anaknya.

Anak di satu ranjang lagi membuka sebelah matanya, dan matanya menatap ibunya yang tersenyum seraya menatapnya juga. Sontak dia langsung membuka kedua matanya dan tersenyum menyeringai.

“Ibu mau mendongengkan cerita terbaru, Bu?” tanya anak itu pelan.

Ibunya mengangguk.

“Ah tapi adikmu Agatha, tampaknya sudah tidur. Kita cerita besok saja ya.”

Mendengar itu, Agatha langsung terbangun. Dia begitu antusias ingin mendengarkan cerita terbaru dari sang Ibu. Sang Ibu tersenyum, menatap Toni dan menepuk ranjang Agatha. Toni berdiri dan menghampiri ranjang Agatha. Sang Ibu duduk di tengah keduanya.

“Ceritakan kepada kami, Ibu!” ucap Agatha polos.

“Kalian gak bakal mengantuk dan ketinggalan ceritanya kan?” tanya sang Ibu.

Agatha dan Toni menggeleng. “Kita akan mendengarkan ceritanya sampai habis, Ibu,” ucap Toni semangat.

Sang Ibu mengangguk dan tersenyum. Dia merangkul kedua anaknya dan mulai bercerita.

Kita sebut dia Murphy. Nama lengkapnya Murphy Jarvierxilia Mellema. Nama yang aneh, sulit disebut, dan sedikit menggelikan. Apakah kalian tau? Murphy mempunyai sebuah rahasia. Rahasia terbesarnya. Maka di sini kita akan mengungkap rahasia itu.

Murphy, seorang gadis remaja berumur 10 tahun. Kala itu, dia tengah terbangun dari tidurnya, dia keluar kamar dan mencari ayahnya. Di dapur, dia melihat ayahnya sedang memasak nasi goreng. Ah tercium sepertinya enak sekali nasi goreng itu. Murphy menghampiri ayahnya.

“Ayah! Harum sekali nasi gorengnya. Perut ku sampe keroncongan,” candanya kepada ayahnya.

Namun tak disangka, ayahnya terdiam dan tetap fokus memasak. Murphy merasa aneh. Dia menyapa ayahnya sekali lagi. “Ayah, kenapa gak bangunin Murphy?” tanyanya.

Tetapi tetap saja. Ayahnya terdiam seakan-akan Murphy tidak ada di sana. Ayahnya melangkah mengambil piring dan memindahkan nasi itu ke atas piring. Sedangkan Murphy diam mematung merasa ada yang aneh. Dia mulai mendekati ayahnya dan mencoba menepuk bahunya.

Mata Murphy melotot ketika melihat tangannya menembus tubuh ayahnya begitu saja. Dia mencoba menyentuh ayahnya sekali lagi, tetapi tetap saja, Murphy berhasil menembusnya. Kini dia memanggil ayahnya sekali lagi. Sang Ayah tetap tak merespon. Justru sang Ayah memanggil Murphy.

“Murphy!! Bangun, ayah udah siapin nasi goreng nya nih!” teriak sang Ayah. Padahal, Murphy sudah ada di sana bersamanya.

Murphy mengedipkan matanya, mencoba percaya bahwa ini hanya mimpi. Tetapi tidak, ini bukan mimpi. Dia mencubit lengannya keras. Awww…. Tentu saja sakit. Ini bukanlah mimpi. Apakah aku sudah mati?

Murphy berlari ke kamarnya. Tapi di kamarnya dia tidak melihat jasadnya sama sekali. Jika dia memang mati, pasti jasadnya ada di sini. Ke mana jasadnya? Dan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ayahnya tidak bisa melihatnya. Pandangannya mulai buram, sepersekian detik, dia ambruk ke lantai kamarnya. Pingsan.

Dia mendengar suara samar, setelah beberapa menit dia pun mendengar suara itu dengan jelas.

“Murphy! Murphy bangun! Murphyy!!”

Murphy membuka matanya dan melihat wajah ayahnya yang penuh dengan kecemasan. Dia melihat sekelilingnya. Dia merasa sedang berada di atap rumahnya. “Ayah, aku di mana?” tanya Murphy lemah.

“Kamu tadi pingsan, Nak. Ayah nyari kamu, kenapa kamu bisa pingsan di sini?”

Dia mulai mengingat, terakhir dia berada di kamarnya, dan ya! Dia mengingat peristiwa dirinya tak terlihat oleh ayahnya sendiri. Murphy berdiri, ayahnya ikut berdiri. “Ayah, apakah sebelumnya Ayah melihatku di dapur?”

Ayahnya terdiam sebentar. “Kamu bicara apa Murphy? Jelas-jelas ayah melihat mu di atap. Bahkan ayah belum melihatmu sejak pagi.” Ternyata itu bukanlah mimpi. Itu kenyataan. Dirinya tak terlihat oleh sang Ayah. Ada apa ini? Apakah ini hanya sugestinya saja?

Sekian lama, Murphy mulai melupakan kejadian itu. Tapi tidak begitu saja, karena dirinya mengalami hal itu lagi ketika di sekolah. Ketika dirinya mengikuti pelajaran olahraga. Dia tiba-tiba tak terlihat oleh teman-temannya. Meskipun berusaha mencoba memanggil, menyentuh, tetap saja, tak ada yang menyahut. Dan itu selalu berakhir dengan dirinya pingsan dan ditemukan di tempat lain.

Murphy tidak mengerti semua ini. Kenapa dia bisa menjadi seperti ini, dan apa yang dialaminya? Setelah berpikir panjang, Murphy menyadari bahwa sebelum dia mengalami itu, tangannya bergetar, dingin, seperti orang gugup yang akan presentasi di depan kelasnya. Murphy tidak bisa memastikan itu, karena kejadian pertama dia tidak merasakan itu. Ketika kejadian kedua di sekolahnya, dia merasakan gejala itu terlebih dahulu. Apa ini sebenarnya?

Selanjutnya, dia terus mengalami hal itu. Bahkan pernah dia mengalaminya ketika sedang melaksanakan ujian di sekolah. Ketika gejala itu muncul, dia izin ke toilet, dan di sana dia mulai tak terlihat. Sampai ujian selesai, dia belum kembali normal. Gurunya mencari ke mana-mana. Tidak ada. Dia dituduh kabur ketika ujian, dan hal itu menyebabkan dia mengalami penurunan nilai.

Hidup Murphy mulai berubah. Prestasi yang awalnya meningkat menjadi turun drastis. Apalagi dengan kabar bahwa ayahnya berpacaran dengan aktris janda yang sedang naik daun. Hingga suatu hari, ketika umurnya menginjak 15 tahun, ayahnya memberitahu bahwa dirinya akan menikah lagi. Murphy marah dan tak menerima bahwa ayahnya telah melupakan ibunya begitu saja.

Tapi tak seperti perkiraannya, pernikahan itu tetap di selenggarakan. Ayahnya yang seorang Duta Besar Indonesia di California mengadakan pernikahan begitu megah. Tapi Murphy justru menghancurkannya ketika dia mulai mengalami kejadian itu lagi di tengah pesta pernikahan ayahnya. Dan setelah dia pingsan, dia ditemukan di klub malam.

Berita itu menggegerkan publik. Tercantum, “Murphy Jarvierxilia Mellema, anak seorang Duta Besar Indonesia Robert Darko Gracio malah berfoya-foya ketika ayahnya sedang mengadakan pesta pernikahan. Bahkan diduga dia banyak minum sehingga sempat pingsan.”

Secepat kilat, berita itu menyebar hingga ke pelosok negeri. Murphy membuat nama ayahnya tercoreng, nama keluarganya, dan tentunya harga dirinya. Dia dimarahi habis-habisan oleh ayahnya. Dan ibu tirinya, hanya tersenyum bahagia melihat dirinya dimarahi.

Murphy mengurung dirinya di kamar. Tak makan dan tak ke luar selama seminggu. Dia menangis seharian, menyalahkan Tuhan kenapa memberi cobaan seperti ini. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah penyakit, kejadian, keanehan atau apalah itu yang menimpa dirinya. Yang membuat dia tambah kecewa, tak ada seorang pun yang merajuk dirinya, apalagi mengetuk pintu kamarnya. Termasuk Bi Irah, sosok yang sudah dia anggap ibu nya. Sampai suatu ketika.

Tukk Tukk Tukk

“Halo Murphy! Aku Esther, saudara baru kamu.”

Lamunan Murphy terbuyarkan. Dia punya saudara? Jadi ibu tirinya mempunyai anak? Dia tersenyum, akhirnya dia punya teman. Murphy melangkah menuju pintu, dan membuka kuncinya. Menatap saudara tiri laki-lakinya, dan tersenyum.

4 comments

  1. Novelnya bagus, gak sabar nunggu kelanjutannya

  2. Pengen tahu kelanjutannya cerita dari si Murphy …

  3. Tolong admin komentar tidak membangun di take down

    – Mas Rio

  4. Baik mas rio, saya akan take down komen yang tidak membangun

Leave a Reply