Merger Bank Syariah Plat Merah

138 0

Peraturan OJK bernomor 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 yang berlaku sejak diundangkan pada 17 Maret 2020 

Peraturan OJK sebagai upaya konsolidasi guna menciptakan struktur perbankan yang kuat, dan memperbesar skala usaha. 

Fokus lain adalah untuk peningkatan daya saing melalui kemampuan inovasi, serta dapat berkontribusi signifikan dalam perekonomian nasional.

Peraturan ini dijawab oleh beberapa bank di Indonesia dengan menggabungkan beberapa usaha bank miliknya menjadi satu / merger. 

Sebut saja Rabobank/Interim dengan BCA Syariah yang resmi merger dan menyisakan BCA syariah sebagai surviving entity. 

Akan tetapi publik lebih mencermati rencana yang sedang ramai di beritakan tentang rencana konsolidasi merger Bank BUMN Syariah (10/2020). 

Rencananya merger yang dilakukan bank syariah plat merah akan menjadi bank syariah satu satunya yang masuk di club elit perbankan di Indonesia (Bank Buku IV)

Rencana ini disambut baik oleh pasar modal di Indonesia, BRI Syariah sebagai satu satunya bank plat merah yang sudah melantai di bursa pun terkena berkahnya.

Saham bank dengan kode saham BRIS ini mengalami kenaikan tajam, tercatat kenaikan mulai terjadi pada bulan July 2020 hingga October 2020. 

Dari semula bergerak sideways di rentang harga Rp 392 – Rp 396, kini saham Bank BRI Syariah menembus di angka Rp 1.470 per lembar sahamnya.

Selain itu, dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat umum apabila rencana merger ini berhasil yaitu semakin mudahnya akses masyarakat ke perbankan syariah.  

Karena bank syariah hasil merger dapat di setarakan dengan bank konvensional besar lain sebut saja BCA, Mandiri, BRI, BNI hingga CIMB Niaga.  

Dengan sumber daya yang mumpuni baik sdm, permodan hingga technologi, hal ini akan menunjang kemampuan bank syariah melayani ebih banyak produk dan nasabah.

Dengan begitu berpotensi meningkatkan pengguna perbankan syariah, dan masyarakat Indonesia dapat mengakses lebih banyak layanan keuangan yang sesuai prinsip syariah. 

Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, besar harapan kita untuk memiliki bank syariah yang unggul.

Karena bank syariah bukan saja berorientasi pada bisnis, tetapi dapat menjadi penghubung antara umat muslim dan kegiatan ekonominya. 

Saya sebagai pemilik salah satu rek di bank syariah plat merah merasa bahagia sekali, karena Bank Syariah kini naik kelas.

Semoga euforia merger Bank BUMN Syariah tidak hanya berhenti di pasar modal tetapi juga disambut oleh masyarakat umum untuk dapat memiliki rekening di bank syariah. 

Karena sebagaimana bidang usaha lain, perbankan syariah tidak dapat maju apabila tidak ada consumen yang memanfaatkannya. 

Dengan adanya Bank Syariah baru hasil merger unit usaha Syariah Bank BUMN, diharapkan penetrasi inklusi keuangan syariah di Indonesia semakin meningkat.

Hal ini didasari bahwa masyarakat umum dapat memiliki rek bank Syariah yang memiliki kemudahan aksesbilitas, dan lembaga yang kredible.

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply