Mengenali Lebih Lanjut Tentang Inflasi Inti

117 0

Inflasi Inti adalah perubahan harga barang, diluar kenaikan harga pangan dan energi.

Pada kesempatan sebelumnya kita sudah mengetahui sedikit banyak mengenai jenis jenis inflasi dan dampaknya pada perekonomian suatu negara, dan kita juga sudah mengetahui pentingnya pengendalian inflasi oleh otoritas keuangan suatu negara.

Pada kesempatan ini, kita akan mengetahui lebih mendetail tentang inflasi inti atau core Inflation dan dampaknya ke masyarkat, yaitu : 

Inflasi inti di Indonesia tercatat menunjukkan kinerja sebesar 1.32% September 2020 (year to date). Data menunjukkan bahwa harga seluruh kebutuhan di Indonesia selain makanan dan energi naik sekitar 1.32%. Hal ini disebabkan inflasi inti tidak memasukkan kenaikan harga makanan dan energi sebagai basis perhitungan. (Terlalu fluktuatif)

Besaran inflasi inti tersebut tercatat menjadi besaran inflasi inti terendah sejak BPS dan Bank Indonesia melakukan pencatatan pertama kali tahun 2004 dan sebagai catatan tambahan bahwa sudah terjadi deflasi ekonomi di Indonesia sejak July 2020 – September 2020 dengan kisaran 0.05% – 0.1% per bulannya. 

Pengecualian kenaikan harga makanan dan energy dalam perhitungan besaran inflasi inti, akan meningkatkan nilai akurasi besaran nilai inflasi inti karena tidak dipengaruhi oleh pergerakan harga makanan dan energi yang sangat fluktuatif.

Kita ketahui bersama pergerakan harga barang pokok di Indonesia sangat fluktuatif, apalagi mendekati even hari raya besar agama dan pergerakan harga energi (oil & gas) sangat fluktuatif. (Harga minyak bumi $95/05/2019 – $52/05/2020)

Bagaimana Otoritas Keuangan menggunakan inflasi inti sebagai landasan kebijakan ? 

Salah satu tugas otoritas keuangan adalah mengendalikan inflasi di masyarkat salah satunya dengan cara memberikan suku bunga yang sesuai dengan target besaran inflasi. (Penetapan Suku Bunga BI)

Dengan menggunakan hasil perhitungan inflasi inti, maka otoritas keuangan dapat terhindar dari kebijakan jangka pendek dan fokus pada tujuan jangka panjang. 

Otoritas Keuangan akan menaikkan suku bunga acuan jika terjadi lonjakan inflasi, dengan kebijakan tersebutut akan mengurangi akselerasi perusahaan untuk melakukan kegiatan ekonomi dan mengurangi inflasi di masyarakat. 

Namun apabila inflasi dibawah target otoritas keunagan, maka otoritas keuangan akan memacu perkembangan ekonomi dengan menurunkan suku bunga dan membuka lapangan kerja seluas luasnya. 

Seberapa penting menghitung inflasi inti ? 

Inflasi yang kita ketahui bersama adalah keadaan saat harga barang dan jasa yang kita butuhkan sehari hari mengalami kenaikan terus menerus. 

Akan tetapi jika kenaikan harga barang / jasa tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan masyarakat. Maka masyarakat akan kehilangan daya belinya dan mengurangi value kehidupan masyarakat. 

Namun dengan nilai inflasi yang terkendali dan terjaga dalam batas yang masih ditolerir, inflasi akan meningkatkan demand masyarkat, memacu ekonomi berkembang lebih baik dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Disisi lain jika inflasi bergerak bebas dan tidak terkendali, hal ini akan menghancurkan ekonomi secara keseluruhan. Karena pendapatan bisnis akan menurun dan masyarakat akan jatuh daya belinya 

Semoga artikel ini dapat memberikan sedikit informasi yang dibutuhkan oleh orang yang sedang mencari informasi tentang inflasi inti. 

Ada satu jenis inflasi yang mungkin menarik untuk dibahas lebih lanjut, yaitu “hyperinflasi”. 

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu hyperinflasi, kami akan membuat artikel khusus membahasnya di kesempatan berikutnya. 

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply