Langkah Sederhana Hadapi Resesi

95 0

Pandemi Covid-19 yang sedang kita hadapi, adalah ujian hidup tahun 2020 yang masih berlanjut hingga tahun 2021 dalam bentuk virus yang sangat kecil yang tidak dapat langsung kita lihat secara “nyata” namun berdampak “nyata” dalam kehidupan kita sehari hari.

Pandemik telah merubah tatanan kehidupan kita semua, mulai dari social, politik, budaya hingga ekonomi. Hampir tidak ada bagian dari aspek kehidupan kita yang tidak terpengaruh oleh pandemi covid19.

Pandemik telah merubah tatanan kehidupan kita semua, dalam upaya penggulangan covid19 semua orang memiliki tanggung jawab sesuai porsi masing masing dan langkah yang kita dapat lakukan adalah beradaptasi dengan realitas baru yang sedang kita hadapi.

Adanya upaya penyuluhan terus menerus oleh beberapa pihak dengan setiap hari kita dibanjiri berita update terbaru oleh pemerintah dan berita tentang perkembangan pandemi covid 19. 

Maka cepat atau lambat aspek kehidupan social, budaya, dan politik kita pun akan menyesuaikan dan mengikuti perkembangan dan tuntutan kehidupan. 

Berbeda dengan aspek ekonomi, dalam aspek ekonomi pemerintah sebagai regulator hanya bisa mengatur agar sistem ekonomi berjalan baik agar tujuan makroprudensial tercapai.

Pemerintah memiliki kepentingan meregulasi sektor keuangan dengan baik selain untuk tercapainya tujuan makroprudensial keuangan, aspek ekonomi juga sangat berkaitan erat dengan aspek lain. 

Hal ini bisa terjadi disebabkan dunia modern, segala aspek kehidupan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan ekonomi. Karena manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri butuh bantuan orang lain, dan sektor yang menjembataninya adalah ekonomi (jual/beli).  

Image : unsplash.com @cristina_gottardi

Roma tidak dibangun dalam waktu semalam, perlu adanya waktu dan kerjakeras untuk mewujudkannya— RMND

Setiap sesuatu yang besar, dibangun dari hal terkecil. Makroprudensial dapat terwujud, apabila kondisi mikroekonomi atau kesehatan keuangan tiap individu warganya dalam kondisi baik pula. 

Tidak mungkin dan hampir mustahil apabila makroprudential terwujud dengan kondisi keuangan warganya yang buruk. Disinilah point pentingnya kesehatan keuangan individu, karena kesehatan keuangan individu mempengaruhi makroprudential keuangan Indonesia.

Dengan adanya pandemi kita dituntut untuk dapat meningkatkan “awareness” terhadap kesehatan keuangan pribadi. Karena hal ini menyangkut keberlangsungan hidup kita ke depan.

Langkah awal, yang dapat kita lakukan untuk mencapai tujuan kesehatan keuangan adalah dengan melakukan budgeting keuangan. Budgeting keuangan dapat dilakukan dengan bantuan produk keuangan, sebagai alat bantu mencatat kegiatan keuangan dan menunjang gaya hidup modern.

Budgeting membuat anda mengetahui pendapatan, dan pengeluaran bulanan anda secara terperinci. Budgeting juga akan menunjukan kepada anda kebiasaan pengeluaran anda, setelah itu anda dapat melakukan penyesuian pengeluaran.

Berikut adalah budgeting sederhana, yang dapat anda lakukan di rumah 

Kumpulkan catatan keuangan

Pada saat melakukan budgeting, kita akan mencari tahu total pengeluaran dan pemasukan yang Kita miliki. Dengan mengumpulkan catatan keunagan yang kita miliki memungkinkan kita melakukan budgeting yang akurat.

Catatan Keuangan yang harus dikumpulkan seperti gaji, bonus, hasil investasi, hasil usaha, tagihan listrik, kartu kredit, pengeluaran rutin (listrik,pulsa,iuran dst), struk belanja, dan cicilan wajib (KPR & KKB etc)

Hitung Pendapatan Bersih

Hitunglah total pendapatan bersih tiap bulannnya, pendapatan dari pekerjaan utama, pekerjaan sampingan, dan mungkin hasil usaha & investasi. Bagi seorang karyawan, hitunglah pendapatan setelah potongan pajak atau take home pay.

Hitunglah Pengeluaran Bulanan

Catat semua pengeluaran bulanan anda, catatan pengeluaran memiliki aspek penting karena akan menujukan kepada anda persentase pengeluran anda tiap bulan (financial habits anda)

Untuk melakukan pencatatan pengeluaran bulanan, anda dapat mengumpulkan struck, pembukuan bank, dan tagihan kartu kredit/debit anda. Catatlah dengan rinci pengeluaran anda mulai dari belanja bulanan, pengeluaran rutin, hingga cicilan bulanan yang anda keluarkan tiap bulannya.

Catatan Keuangan yang harus dikumpulkan seperti tagihan listrik, kartu kredit, pengeluaran rutin (listrik,pulsa,iuran dst), struk belanja, dan cicilan wajib (KPR & KKB etc)

Pisahkan Pengeluaran Anda

Pisahkan pengeluaran anda menjadi dua : pengeluaran fix (wajib)  dan pengeluaran variable.

Pengeluaran fix (wajib)  adalah pengeluaran wajib anda tiap bulan, dan harus anda keluarkan tiap bulan seperti cicilan KPR, cicilan KKB, pembayaran listrik, pembayaran pulsa dan internet, hingga biaya pendidikan anak.

Pengeluaran variable adalah pengeluaran yang jumlahnya berbeda beda sesuai kebutuhan seperti belanja bulanan, bbm, biaya hangout, hingga acara tak terduga (kawinan dan kondangan)

Lakukan Kalkulasi & Pemetaan Pengeluaran

Lakukan kalkulasi untuk pengeluaran dan pemasukan yang dilakukan tiap bulannya, agar kita dapat dapat gambaran jelas tentang pengeluaran kita apakah sudah sesuai dengan pendapatan kita.

Setelah kita mengetahui total pemasukan dan pengeluaran maka setelah itu kita dapat melakukan pemetaan. Pemetaan berguna untuk dapat mengetahui habits pengeluaran bulanan yang kita keluarkan, habits berguna untuk nantinya kita lakukan penyesuaian.

Lakukan Penyesuaian

Setelah kita dapat lakukan pemetaan pengeluaran bulanan kita yang dapat kita lakukan adalah melakukan penyesuaian untuk pengeluaran yang tidak perlu dan yang memiliki skala prioritas tunggi.

Lakukan Kesimpulan

Apabila pengeluran lebih besar dari pendapatan, kita perlu melakukan penyesuaian denagn memprioritaskan pengeluaran yang urgent dan kesampingkan pengeluaran yang tidak perlu. 

Penyesuaian anggaran dalam budgeting sangat penting karena akan mempengaruhi kesehatan keuangan jangka panjang, dan menghindari kita dalam jeratan hutang yang berkepanjangan.  

Disisi lain apabila pendapatan lebih besar dari pengeluaran, kita perlu melakukan budgeting lanjutan dengan metode 50/30/20, dengan proporsi 50% pengeluaran kebutuhan bulanan, 30% keinginan (shopping, movies, etc), dan 20% disimpan dalam dana darurat.

Produk keuangan selain menjadi menunjang gaya hidup kita yang serba praktis dan effisien ada potensi keuntungan tambahan yang kita dapat yaitu menjadi sumber tambahan pemasukan yang kita peroleh berupa imbal hasil (Syariah) dan bunga (konvensional).

Dana yang kita tempatkan pada produk keuangan (tabungan, obligasi, hingga reksadana) dapat digunakan oleh bank, fintech, hingga pemerintah untuk mendanai project dan kebutuhan produktif lainnya.

Dampak seperti ini tentu sangat positif, karena selain kita mengatur kesehatan keuangan diri, kita juga membantu kesehatan keuangan makro (makropudential) dan juga membantu perputaran roda ekonomi. 

Dengan roda ekonomi berputar dengan baik,  berpengaruh dengan banyaknya lapangan pekerjaan tercipta dan banyak keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dan keluarga.

Mengingat pentingnya kesehatan keuangan, maka budgeting dapat dilakukan siapa saja. Budgeting yang baik, tidak harus sesuatu yang sulit dan merepotkan. Budgeting ditentukan oleh konsistensi dan tercapainya target.

Tujuan yang besar dapat tercapai dengan dukungan yang besar pula, bersama kita dapat mencapai tujuan besar kita yaitu makroprudensial keuangan Indonesia dimulai dari diri kita sendiri sesuai porsinya masing masing.

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply