Kehalalan Reksadana Syariah

154 0

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, maka pertimbangan tentang halal atau haram dalam segala aspek menjadi pertimbangan utama. Tidak terkecuali dalam pertimbangan memilih sarana untuk berinvestasi.

Bagaimana dengan Reksadana Syariah ?

Reksadana adalah wadah investasi secara kolektif atau bersama sama yang dikelola oleh Manager Investasi dan di administrasikan oleh Bank Kustodian.

Manager Investasi mengelola dana dengan cara menginvestasikan dana yang ada dalam tanggung jawabnya ke dalam instrument investasi lain baik berupa saham syariah, sukuk, maupun instrument syariah lainnya baik di dalam atau luar negeri.

Apakah aman berinvestasi di Reksadana Syariah ?

Sama seperti berinvestasi di reksadana konvensional, pada reksadana syariah juga memiliki partner bank custodian sebagai pencatat kepemilikan reksadana nasabah.

Lalu bagaimana dengan reksadana? Kaum muslim sudah tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di reksadana. Dengan demikian dana nasabah aman dari resiko pencurian dan penyalahgunaan karena tersimpan di bank custodian.

Image : Unsplash.com @chuttersnap

Dasar hukum Reksadana Syariah ?

Dasar Hukum Fatwa DSN MUI Nomor. 20/DSN-MUI/IV/2001 terkait Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah

Apa perbedaan antara Reksadana Syariah dan Konvensional ?

Pada dasarnya perbedaan mendasar Reksadana Syariah terdapat pada mengikuti aturan aturan yang dikeluarkan oleh DSN-MUI, berikut adalah perbedaan dasar :

  • Mengelola dengan prinsip syariah
  • Menginvestasikan dana di sektor syariah
  • Memiliki dengan pengawas syariah

Apa Saja Potensi Keuntungan & Resiko Reksadana Syariah ?

Keuntungan Reksadana Syariah :

  • Terjangkau, karena berinvestasi di reksadana dapat dimulai dengan nominal Rp. 10.000,00
  • Penyebaran Resiko, karena dana pada reksadana di investasikan ke berbagai instrument investasi lain.
  • Kemudahan dan fleksibel, berinvestasi di reksadana di era digital dapat dilakukan di paltform digital secara mudah.
  • Effisien biaya dan waktu, karena berinvestasi pada reksadana berarti kita menyerahkan kuasa investasi pada manager investasi.
  • Hasil yang optimal, karena di kelola oleh manager investasi yang memiliki pengetahuan lebih dalam berinvestasi maka dana yang kita investasikan berpotensi memiliki imbal hasil yang lebih baik.
  • Likuiditas terjamin, karena proses pencairan reksadana dapat dilakukan kapan saja, estimasi pencairan h+3 – h+7 dari permohonan pencairan.
  • Transparansi informasi, karena Manager Investasi berkewajiban untuk memberikan laporan secara transparan melalui laporan keuangan.
  • Sesuai kaidah syariah, karena Manager Investasi akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Legalitas terjamin, karena akan diawasi OJK dan dikelola oleh Manager Investasi yang memperoleh izin dari OJK.

Resiko Reksadana Syariah :

  • Resiko penurunan nilai, resiko ini disebabkan dari menurunnya nilai NAB unit reksadana yang disebabkan dari menurunnya nilai investasi yang dilakukan Manager Investasi.
  • Resiko Liquiditas, resiko ini disebabkan dari ketidakmampuan manager investasi untuk melunasi transakasi penjualan kembali nasabah yang dilakukan serentak.
  • Resiko Default, resiko ini disebabkan apabila manager investasi ternyata menginvestasikan dana nasabah kepada perusahaan yang mengalami kebangkrutan, sehingga gagal bayar dan jatuhnya nilai saham perusahaan tersebut.

Dimana saya dapat melihat produk dan Manager Investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK ?

Anda dapat mengakses dari situs www.ojk.go.id atau www.reksadana.ojk.go.id untuk informasi yang lebih baik mengenai produk dan Manager Investasi yang diawasi dan terdaftar di OJK.

Demikian artikel tentang kehalalan reksadana syariah yang sering ditanyakan oleh calon investor pasar modal syariah, semoga artikel ini dapat memberi informasi tambahan yang berguna bagi calon investor pasar modal syariah dan pemerhati pasar modal syariah di Indonesia.

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply