Kebijakan Pemerintah dan Pakto 88

411 1

Pemerintah diharapkan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan dalam segala lini hajat hidup orang banyak, sehingga kebijakan diambil tersebut hanya dapat menyentuh permukaan masalah dan tidak siap dengan efek negatifnya — RMND

Munculnya trend tidak hanya disebabkan oleh adanya dorongan dari masyarakat namun trend juga dapat muncul hasil dari kebijakan baru yang diambil pemerintah. Konkretnya kita dapat melihat pengalaman kita sebagai bangsa pada kebijakan pakto 88. 

Pakto 88 adalah kelanjutan dari pakjun 83 yang isinya secara umum adalah menderegulasi aturan di bidang moneter dan perbankan di Indonesia. Pada kebijakan ini (pakjun 83) pemerintah membebaskan penyaluran kredit perbankan melalui pencabutan pagu suku bunga dan kredit termasuk kredit khusus yang dikeluarkan Bank Indonesia. 

Kebijakan Pakto 88 secara mendasar adalah menghapus sekat dan memudahkan masyarakat untuk mendirikan bank di Indonesia. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah adalah memudahkan syarat modal minimal pendirian Bank Umum sebesar 10 Miliar dan syarat pendirian BPR senilai 50 Juta. 

Kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia pada saat itu terbukti cukup mendongkrak kinerja  industri keuangan di Indonesia, tercatat terjadi pada pertumbuhan yang significant pada indikator pertumbuhan bank umum 1988 – 1995. 

Pada tahun 1988 – 1995 tercatat terjadi pertumbuhan yang signifikan pada jumlah bank (111 menjadi 240), dana simpanan (37,46 T menjadi 214,76 T), kredit bank (50,44 T menjadi 234,61 T) dan  pertumbuhan ekonomi (5,8% menjadi 8,3%).

Namun pertumbuhan yang cukup menggembirakan ini tidak dibangun atas fondasi ekonomi yang baik, masih banyak efficiency dana yang dipergunakan segelintir pihak untuk membangun fasilitas ekonomi yang dapat dikategorikan mewah. 

Pemerintah saat itu tergesa-gesa mengambil keputusan, sehingga kebijakan yang ada hanya menyentuh permukaan masalah dan tidak siap dengan efek negatifnya — Enny

Yang harus digaris bawahi oleh pemerintah adalah bagaimana pertumbuhan hingga kebijakan ekonomi yang diambil tidak hanya bergerak dan berputar pada kelompok tertentu saja, namun harus dipastikan bahwa kebijakan tersebut dapat menjawab kebutuhan hajat hidup masyarakat luas. 

Jangan sampai pemerintah mengambil langkah yang tergesa gesa untuk mendapat kinerja ekonomi yang sangat baik namun tidak memperhitungkan potensi masalah jangka panjang yang akan dihadapi. 

Semoga pemerintah dapat segera menemukan formulasi yang tepat dalam menanggulangi masalah pandemi yang sedang kita hadapi bersama sama — RMND

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

1 comment

  1. Menurutku pribadi corona tidak akan hilang untuk jangka waktu yang relative dekat.

    Jika kita menunggu korona atau pagebluk ini hilang seutuhnya, maka akan ada banyak pihak yang harus kalah (phk, tutup usaha dan lainnya)

    Kita harus mempersiapkan skenario hidup berdampingan dengan corona secara sistematis.

    Untuk tehnisnya sendiri, saya dan kita berharap pemerintah segera menemukan solusinya dengan apik.

Leave a Reply