Harus Berjualan di Sosmed atau Marketplace Terlebih Dahulu ?

475 0

Pandemi memaksa kita untuk memutar otak agar tetap berpendapatan, salah satunya dengan melakukan penjualan secara online — RMND

Orang China bijak berkata krisis memiliki dua arti yaitu bahaya dan peluang, mungkin sedikit terdengar klise dan mengada ngada. Namun ada baiknya kita uraikan satu persatu hubungan antara krisis (pandemi) dengan bahaya atau peluang.

Krisis yang sedang kita alami saat ini, berdampak pada hampir seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Seperti yang kita ketahui bersama krisis membuat banyak diantara kawan kawan kita maupun kita sendiri mengalami dampak penutupan atau pengurangan tenaga kerja.

Hal ini adalah hal yang sangat logis disaat perusahaan tidah mendapatkan pendapatan yang optimal dari usahanya, maka salah satu cara yang ditempuh adalah pengurangan dan bahkan penutupan cabang usahanya.

Namun jika pada saat sebelum pandemi muncul ego sektoral dalam berbisnis seperti perizinan hingga tempat atau lokasi bisnis yang bonafid, jika dibandingkan dengan para pelaku digital ekonomi atau pengusaha online.

Pandemi berhasil merubah perspektif itu semua, bahkan usaha atau bisnis yang berbasis offline kini banyak yang membuka bisnisnya secara online atau daring. Namun bisnis online pada dasarnya adalah bisnis dengan modal yang minimal dan akses yang mudah.

Dalam masa awal berbisnis online, kita dihadapkan pada dua pilihan besar dalam branding atau pengenalan usaha kita kepada khalayak umum yang berpotensi menjadi calon customer kita. Yaitu haruskah kita berjualan di marketplace atau social media terlebih dahulu.

Berikut adalah analisa sederhana, perbandingan melakukan usaha di social media atau marketplace :

Biaya

Berjualan di social media seperti instagram hingga facebook, dapat dimulai dengan Rp 0 atau gratis, begitu pula berjualan di marketplace biaya pendaftaran dikenakan Rp 0 atau gratis namun akan dikenakan biaya sekian persen pada saat terjadi transaksi.

Persaingan

Berjualan di sosial media dan marketplace sama sama memiliki persaingan yang sangat sulit, namun jika anda berjualan di Marketplace akan lebih sulit karena ada fitur seleksi harga di marketplace. Walaupun di social media, potensi pembandingan harga akan tetap dilakukan calon customer namun hal itu akan lebih sulit dilakukan.

Branding

Berjualan di Marketplace akan memposisikan anda sebagai suplier barang bagi customer, karena dibenak mereka adalah mereka membeli dari marketplace A atau B. Bukan dari toko/pihak A dan B hal ini akan berpengaruh pada loyalitas konsumen anda kedepan.

Marketing

Biaya marketing di marketplace dan social media, adalah kembali pada budget atau kemauan anda dalam menjual barang atau jasa anda. Namun jika anda menjual melalui social media, orang akan mengingat anda secara personal setelah membeli barang dari anda.

Cash flow

Jika anda berjualan di marketplace, marketplace akan memposisikan diri sebagai pihak penghubung yang akan menjamin dana customer. Dana yang dibayarkan customer akan ditahan terlebih dahulu beberapa waktu hingga batas waktu tertentu.

Namun jika anda bertransaksi di social media, pelanggan yang bertransaksi dengan anda pasti sudah memiliki level trust yang tinggi hingga bersedia transfer langsung dengan anda (seller) dan cashflow akan terjaga lebih baik.

Kelemahan mendasar :

Social Media

Jika kita melakukan analisa lebih lanjut terhadap social media yang sedang berkembang saat ini, seperti facebook dan instagram adalah mengalami masa trend yang dinamis. Maka anda akan kehilangan basis pelanggan anda jika platform social media tersebut sudah turun.

Marketplace

Marketplace memiliki basis pelanggan yang sangat butuh barang, maka jika anda berjualan di marketplace anda lebih mudah mendapat pelanggan dengan syarat memiliki harga yang bersaing, marketplace juga banyak menyediakan promo disc hingga gratis ongkir.

Solusi

Anda dapat membangun brand anda secara private atau personal dengan begitu anda dapat mempertahankan basis pelanggan anda secara personal dan lebih loyal dengan memiliki blog. Blog biasanya berisi dengan informasi dengan niche atau target market yang khusus.

Misalnya anda menjual alat make up, anda dapat membagikannya di blog anda. Jika anda perlu membagikan video tutorial anda dapat menglink langsung video anda yang ada di youtube ke blog anda.

Disetiap artikel tutorial make up yang anda buat, langkah selanjutnya anda dapat me- link kan produk tersebut di marketplace yang ada. Hal ini akan menguntungkan customer dan anda sebagai pemilik blog.

Disisi konsumen, konsumen anda bisa mendapatkan disc dan promo yang dijalankan pihak marketplace. Disisi anda sebagai seller, anda dibebaskan dari maintenance online shop.

Anda dapat fokus berkarya dengan blog milik anda, dan penjualan di handle oleh marketplace yang sudah exist sekarang ini. Kebetulan saya sedang membangun SKO. Indonesia sebagai solusi Personal Digital Partner untuk para content creator dan umkm di Indonesia.

Bidang usaha kami adalah menyediakan solusi go digital berbayar yang terjangkau, kami akan membuatkan anda company profile hingga platform blog pribadi premium. Namun untuk saat ini jasa  kami berikan gratis untuk 10 pelanggan hosting milik kami selama min 1 tahun.

Don’t hesitate to ask me on :

Wa/Telp : 0814-1403-5649

Mail : [email protected]

Jangan sampai informasi ini berhenti di kamu, dan kamu dapat dengan mudah membagikan informasi ini dengan orang lain dengan klik tombol dibawah ini !

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply