Elon Musk dan Demokratisasi Dunia Digital

361 0

Seiring berkembangnya sarana komunikasi dan keterbukaan informasi, maka setiap individu dapat berperan ganda dalam kehidupan digital dewasa ini yaitu sebagai pelaku dan penilai — RMND


Elon Musk adalah salah seorang billionare terkaya saat ini, menjadi bahan perbincangan banyak orang di dunia bahkan kehadirannya di dunia maya “melalui tweetnya” hampir dapat menentukan pergerakan arah harga cryptocurrency khususnya Bitcoin dan Dogecoin.


Sebagai pengusaha sukses, Elon memiliki banyak keuntungan dari sisi publisitas yang terjadi saat ini. Karena banyak di antara pemain cryptocurrency menunggu nunggu “sabda” sang Elon.

Great power comes with great responsibility — Ben Parker


Namun sayangnya elon yang dianggap oleh banyak pengguna dan investor cryptocurrency sebagai panutan, melakukan tindakan yang membuat kecewa investor cryptocurrency khususnya Bitcoin.


Setelah beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa transaksi pembelian Tesla dapat dilakukan dengan menggunakan Bitcoin pada medio februari 2021.


Secara mengejutkan Elon menarik keputusannya pada 13 Mei 2021, dan menyebutkan bahwa dalam prosesnya menghasilkan coin. Bitcoin menggunakan energi yang tidak ramah lingkungan.


Setelah keputusan tersebut pergerakan harga Bitcoin mengalami bullist dan turun hampir 11% dalam kurun waktu 24 jam, berdasarkan coindeks Bitcoin sempat turun ke harga 47.720 USD walaupun mengalami penguatan kembali setelahnya.


Namun hal ini cukup memberikan gambaran bahwa kondisi psychologist pasar cryptocurrency masih bergantung pada beberapa tokoh.


Hal ini sangat bertentangan pada semangat utama cryptocurrency yaitu universal, transparant dan self control. Maka sudah seyogianya para pengguna dan investor cryptocurrency mengurangi ketergantungan kepada tokoh atau lembaga tertentu.


Dengan menjadikan kondisi pasar yang kondusif dan tidak mudah dipengaruhi oleh oknum tertentu dalam dunia digital. Maka akan tercipta system ekonomi digital yang systematis dan stabil.


Karena setiap pelaku dalam dunia digital dituntut untuk saling menghargai, bertanggung jawab dan tidak mudah berpengaruh oleh orang lain.


Kasus elon musk dapat kita jadikan pelajaran bahwa setiap tindak tanduk dan ucapan kita dalam dunia digital dapat berpengaruh besar dalam sosial hingga ekonomi di dunia nyata.


Maka ada beberapa point penting etika yang harus diperhatikan dalam melakukan komunikasi terutama dalam dunia digital. Karena saat ini kita tidak hanya dinilai oleh orang dekat dan berinteraksi dengan kita secara langsung.


Namun tindak tanduk kita juga dapat dinilai dan diakses oleh orang lain, yang bahkan tidak pernah kita kenal atau bertemu sebelumnya dengannya. Berikut beberapa tip dalam melakukan komunikasi digital :

Unsplash.com @nampoh


1. Tulisan Kita adalah Perwakilan Kita


Tulisan kita di media sosial adalah perwakilan kehadiran kita di era komunikasi digital. Namun tidak terbatas pada tulisan, namun segala tindak tanduk hingga kontent yang kita sajikan akan menentukan persepsi orang atas diri kita di dunia nyata.


Maka ingatlah selalu bahwa dunia digital membuka akses kepada siapa pun untuk mengenal orang lain, maka pikirkanlah sebelum anda menshare konten atau informasi sesuatu.


2. Yang Akan Menilai adalah Manusia


Jika anda membagikan kontent hingga informasi tertentu di era digital maka akan memberikan akses kepada siapa pun untuk menilai anda.

Maka pastikan konten dan informasi yang anda peroleh itu valid dan dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk menghindari diri anda tersangkut oleh kasus dari konten yang anda bagikan pada masa  lampau, maka anda dapat menautkan informasi dari sumber terpercaya.


3. Kendalikan Emosi


Etika selanjutnya adalah kendalikan emosi pada saat anda ingin mengomentari hingga membagikan sesuatu di dunia digital. Karena ada banyak faktor yang akan memengaruhi kita di dunia digital.


4. Santun


Cara paling aman berkomunikasi di dunia digital adalah dengan menggunakan kesantunan, anda harus santun dalam membagikan hingga mempost informasi tertentu.
Kesantunan adalah hal penting dalam komunikasi baik secara langsung maupun secara digital.


5. Bahasa dan Tulisan Jelas


Gunakan bahasa dan tulisan yang mudah dipahami, ingat di point pertama bahwa kontent dan informasi yang kita bagikan akan menggambarkan diri kita dimata orang lain.
Karena dalam dunia digital terdapat banyak orang yang berasal dari berbagai macam pendidikan dan professi.


6. Menghargai Privasi Orang Lain


Kita harus dapat menghargai privasi orang lain, kita tidak boleh membagikan informasi yang privasi orang lain. Terutama informasi sensitif karena ini termasuk etika komunikasi antar pribadi baik online maupun offline.
Privasi adalah hal sensitif baik di dunia digital maupun secara online, jagalah privasi orang lain sebagaimana kita menjaga privasi diri kita sendiri.


7. Menyadari Posisi Kita


Sadar terhadap posisi kita di tempat offline, jangan sampai kita membagikan kontent konyol dan mengundang tawa namun disisi lain kita juga terhubung dengan atasan di sosial media.


8. Tidak Memancing Perselisihan


Terakhir, selalu ingat untuk menghindari segala bentuk tindakan yang mengundang perselisihan baik di dalam kehidupan online maupun offline.
Demokrasi dunia digital tidak hanya memberikan peluang untuk banyak orang berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi, namun juga menuntut semua orang untuk saling menjaga privasi dan ketenangan orang lain.


Batasan dari kebebasan kita adalah kebebasan orang lain — RMND


Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply