Cara Melunasi Hutang, Secara Sederhana  

490 0

Hutang jika diperhitungkan dengan baik dapat menjadi alat bantu keuangan di saat ekonomi mendesak atau bahkan untuk memperluas usaha — RMND 

Kehidupan manusia di dunia modern hampir tidak pernah lepas dari hutang, baik secara offline dan online. Namun bagaimana jika jumlah hutang sudah menumpuk dan kita mulai kebingungan untuk melunasi hutang. 

Hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa wajar jika kita memiliki hutang namun konsekuensi dasar berhutang adalah bersedia membayar serta biaya biaya yang mungkin muncul, baik biaya administrasi maupun bunga. 

Melunasi hutang bukan saja perlu informasi mengenai pengelolaan uang namun juga perlu juga informasi mengenai pengelolaan mentalitas agar hutang dapat lunas dengan baik. 

Ada dua macam strategi utama untuk dapat melunasi hutang dan untuk memudahkan kita mengenalinya, kita bisa disebut dengan nama strategy bibit dan strategi nominal.

Strategi Nominal 

Pada strategy nominal, hal yang pertama harus kita lakukan adalah dengan membuat list d’affari hutang yang kita miliki. Mulai dari yang terkecil hingga terbesar. 

Langkah selanjutnya tentu saja, pada saat kita sudah memiliki uang agar segera melakukan pelunasan hutang dengan nominal terkecil. Tentu hal bukan tanpa sebab, karena pada saat kita telah melunasi hutang kita satu per satu. 

Maka hal ini tentunya akan direspon tubuh kita dengan baik, karena telah berhasil “melunasi” satu per satu hutang yang kita miliki. Walaupun hutang yang telah lunas buka lah hutang yang berdampak besar pada kehidupan kita. 

Namun, pikiran kita akan merespon bahwa kita telah mendapatkan satu achievement dan terpompa untuk mendapatkan achievement selanjutnya. 

Strategy Bobot 

Tidak ada yang berbeda pada strategy sebelumnya, pada strategy bibit kita diwajibkan untuk membuat list hutang yang kita miliki beserta bobot biaya tambahan yang menyertainya. 

Hal ini bertujuan untuk dapat skala prioritas pembayaran hutang berdasarkan beban biaya yang kita tanggung. Besar kemungkinan akan sedikit lama kita mendapatkan “achievement” hilangnya beberapa list hutang yang kita miliki. 

Namun, strategy ini memingkinkan kita memperkecil biaya tambahan dari hutang yang kita miliki. Disisi lain penghematan dapat digunakan untuk membayar hutang lainnya. 

pexels.com

Gambaran Prototype Kasus

Rio memiliki hutang : 

A. 100.000 dengan temannya dengan bunga 0% 

B. 205.000 kepada paylater bunga 1% per bulan 

C. 500.000 kepada bank dengan bunga 3% per bulan. 

Sedangkan ia hanya memiliki uang Rp. 500.000 saat ini dan Rp. 500.000 lagi bulan depan !! 

Strategi Nominal 

Dengan menggunakan strategi nominal maka Rio akan melunasi hutangnya kepada temannya dan pay later terlebih dahulu. Sisanya untuk membayar hutang ke bank senilai Rp. 195.000. 

Pada saat ia ingin melunasi hutang bulan depan ke bank, ia dikenakan biaya 3% untuk sisa pinjaman Rp. 305.000 senilai  Rp 11.850. Maka total dana yang ia harus keluarkan untuk melunasi hutangnya adalah Rp. 816.850. 

Strategy Bobot 

Dengan strategy bobot maka ia akan melunasi hutangnya di bank Rp 500.000. Sisa hutang lainnya ia bayarkan bulan depan karena uang yang tersedia saat ini tidak mencukupi.

Bulan depan ia akan memerlukan biaya untuk melunasi hutang senilai Rp 305.000 ditambah biaya pay later senilai Rp 2.050. Maka total dana yang ia perlukan untuk melunasi hutangnya adalah Rp 807.050 angka yang tentu saja dapat kita lihat bersama sama lebih hemat dibanding strategy pertama. 

Pros & Cons 

Pada strategy nominal pada bulan pertama rio sudah hampir dapat melunasi semua hutang yang ia miliki. Memunculkan persepsi positif ke diri kita sendiri bahwa sedikit lagi hutangnya akan lunas. 

Pada strategi bobot pada bulan pertama Rio baru dapat melunasi satu jenis hutangnya, namun dengan bobot beban bunga yang lebih tinggi dari hutang yang lain. Hal ini memunculkan hasil akhir biaya yang lebih rendah dalam pelunasan hutang dibanding strategy pertama. 

Disclaimer : Tidak ada strategi yang lebih baik dari strategi lainnya, semua kembali pada preferensi dan pandangan pribadi masing masing.

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply