Bijak Mengatur Keuangan Keluarga

17 0

Pada saat ini kita sedang menjalani krisis atau resesi  yang disebabkan oleh pandemic covid19. Krisis, secara historik terjadi dalam kurun waktu berkisar 7 – 10 tahun sekali. Krisis dapat terjadi dengan beragam permasalahan utama dari financial sampai pandemic, contohnya Krisis Moneter tahun 1998, Krisis Ekonomi Global tahun 2008, dan Covid-19 tahun 2020.

Kita tidak dapat memprediksi masa depan dengan pasti, tetapi berdasar pola masa lalu yang sudah pernah terjadi kita hampir bisa memprediksi masa yang akan datang — RMND

Krisis yang disebabkan oleh pandemic Covid-19 menyerang segala lini kehidupan, mulai dari sektor produktif hingga pariwisata. Krisis ini dirasakan semua dan tidak pandang bulu. Praktis, semua orang segan untuk melakukan kegiatan keluar rumah dan melaksakan transaksi (jual & beli).

Hal ini berdampak terhadap kondisi keuangan keluarga Indonesia. Keluarga Indonesia merasakan  ujian hidup mulai dari tutupnya tempat berusaha hingga pemutusan hubungan kerja. Kondisi ini membuat banyak keluarga Indonesia mengalami masalah keuangan, hal ini desebabkan karena kesulitan mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Masa pandemic mengajarkan kita untuk dapat lebih bijak dalam mengatur keuangan keluarga, karena hal yang tidak diinginkan dapat kapan saja terjadi, dan untuk menghadapi kemungkinan terjadi krisis dimasa depan perlu adanya persiapan yang matang dan terukur untuk kita bersama menyediakan pos dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang dapat kita gunakan disaat darurat seperti pada saat anggota keluarga sakit, kepala keluarga terkena phk, dan kondisi darurat lain. Nominal dana darurat yang harus disiapkan setiap keluarga tidak dapat ditentukan nominalnya, besaran dana darurat idealnya adalah 12 kali lipat pengeluaran bulanan.

Sebagai langkah awal keluarga Indonesia bisa mulai mencatat pengeluaran prioritas selama sebulan, dan tentukan target persentase pendapatan yang di khususkan untuk keperluan dana darurat. Jika diperlukan keluarga Indonesia dapat membuat rek tambahan untuk menyimpan dana darurat agar tidak bercampur dengan dana pengeluaran tambahan.

Untuk dapat memaksimalkan dana darurat keluarga Indonesia dapat menginvestasikan dana tersebut, dalam instrument investasi yang bisa menjadi pemasukan tambahan untuk keluarga Indonesia. Pilihan investasi untuk menampung dana darurat tentu harus memiliki kriteria : kemudahan, transparansi, fleksibilitas, rendah resiko, dan memiliki return / imbal hasil.

Instrument investasi sektor real seperti inestasi pada tanah, dan bangunan memiliki kelemahan yaitu sulit untuk dapat digunakan dengan cepat pada saat diperlukan, karena membutuhkan waktu untuk dapat menjualnya.

Maka pilihan instrument investasi yang dapat dipilih oleh keluarga Indonesia adalah instrument keuangan, karena pada instrument ini memilki kelebihan dapat dengan mudah digunakan dengan pada saat diperlukan. Waktu yang diperlukan untuk mencairkan dana relative singkat.

Pada saat keluarga Indonesia ingin berinvestasi perlu adanya prinsip mawas diri dengan memilih pihak pengelola yang sudah teregulasi dan kredible, agar investasi keluarga Indonesia dapat terjamin, dan kita pun dapat tenang merencanakan keuangan keluarga kita.

Keluarga Indonesia dapat mengakses instrument keuangan mulai dari tabungan hingga saham secara realtime dan mudah. Setiap instrument investasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing, hal ini kembali kepada goals/tujuan setiap keluarga. Hal ini memungkinkan masyarakat dapat menjaga kesehatan keuangan keluarga, dan investasi.

Selain kemudahan yang ditawarkan oleh instrument keuangan, investasi di era digital juga dapat diakses oleh keluarga Indonesia dengan capital/modal yang terjangkau mulai dari Rp 10.000 (Reksadana). Dengan modal yang dikeluarkan setara semangkuk bakso, keluarga Indonesia sudah dapat berinvestasi di instrument keuangan.

Hal ini sangat membantu keluarga Indonesia dalam menyediakan dana darurat sekaligus investasi, tanpa menunggu memiliki capital/modal yang besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga dana darurat secara tepat.

Investasi yang keluarga Indonesia investasikan dalam produk keuangan selain dapat membantu menjaga kesehatan ekonomi keluarga, dan mendapat keuntungan (Return). Keluarga Indonesia juga berperan penting dalam makroprudensial sistem keuangan Inidonesia.

Dana yang terkumpul dapat di gunakan dalam penyaluran kredit sektor produktif dan memilki dampak mendukung pergerakan ekonomi. Dampak lainnya adalah membantu penciptaan lapangan tenaga kerja untuk masyarakat, dan banyak diantara masyarakat terbantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Pilihan investasi yang dapat digunakan :

Obligasi

Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh penerbit hutang terhadap pemegang obligasi, obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan atau permerintah. Keuntungan pemegang obligasi didapat dari pembayaran bagi hasil (Syariah) / bunga ( konvensional ).

Obligasi yang aman untuk dijadikan bahan investasi adalah obligasi yang di terbitkan oleh pemerintah seperti (SUN) Surat Utang Negara, (SBN) Surat Berharga Negara, (SUKRI) Sukuk Ritel Indonesia, dan (ORI) Obligasi Ritel Indonesia. Obligasi yang diterbitkan pemerintah adalah obligasi minim resiko karena yang menjamin adalah negara. Pajak penghasilan untuk  pendapatan yang didapat dari obligasi negara memiliki potongan 5% (2020) dan 10% (2021-dst)

Dana yang dikumpulkan dari obligasi yang diterbitkan pemerintah, akan digunakan pemerintah untuk membiayai proyek pererintah, maka investasi keluarga Indonesia membantu berjalannya ekonomi dan akan membuka banyak lapangan pekerjaan.

Keluarga Indonesia mendapat keuntungan yaitu mendapat pendapatan tambahan yang dibagikan berupa bagi hasil/interest secara berkala oleh permerintah tiap bulannya.

Tabungan dan Deposito

Tabungan dan deposito adalah produk perbankan untuk masyarakat menyimpan uang di bank. Produk ini adalah pilihan yang aman dan banyak dipilih oleh keluarga Indonesia, karena dana yang disimpan di bank akan dijamin oleh LPS hingga Rp 2.000.000.000,00 ( Rp 2 Milyar Rupiah)

Dana tabungan dan deposito yang dikumpulkan oleh bank, akan digunakan bank untuk menyalurkan kredit kepada nasabah yang memerlukan kredit. Dengan begitu bank sudah menjalankan tugasnya sebagai intermediasi. Dengan mengedepankan prinsip kehati hatian hal ini dimaksudkan agar macroprudential tetap berjalan dengan baik. Pajak penghasilan dikenakan oleh pemerintah untuk product tabungan dan deposito adalah 20%.

Keuntungan yang di dapat oleh keluarga Indonesia adalah mendapat interest atau bunga yang dibayarkan rutin oleh bank tiap bulannya, dan kemudahan dalam pencairan dana pada saat dana darurat sedang dibutuhkan.

Reksadana

Reksadana atau mutual fund adalah  produk investasi yang dikeluarkan oleh manager investasi untuk menghimpun dana investasi masyarakat, oleh manager investasi dana yang terkumpul di reinvestasikan ke berbagai sector keuangan lainnya. Baik obligasi hingga saham sehingga dana yang terkumpul dapat berperan dalam pergerakan ekonomi di Indonesia. Tidak ada pajak penghasilan untuk hasil investasi reksadana.

Nasabah dapat memilih produk reksadana sesuai dengan profil resiko, dan tujuan investasi yang ingin dicapai. Karakteristik dana darurat keluarga Indonesia memiliki karakteristik produk investasi dengan resiko rendah dan terukur, maka saran produk yang dapat dipilih adalah produk reksadana pasar uang dan obligasi.

Keuntungan lain yang didapat oleh nasabah dalam investasi reksadana adalah dapat dicairkan kapan saja dengan estimasi pencairan dana (H+3) dan tidak adanya potongan pajak seperti deposito dan obligasi, sehingga keuntungan yang di dapat lebih maksimal.

Potensi keluarga kelas menengah di Indonesia (141 juta warga) dengan berivestasi dalam instrument keuangan, maka dana kelolaaan dapat mendukung ketahanan sistem keuangan di Indonesia secara makro. Keuntungan keluarga Indonesia yang lain adalah kesehatan keuangan keluarga Indonesia terjaga dan keluarga Indonesia mendapat sumber tambahan pemasukan.

Keberhasilan besar tidak dapat dicapai hanya dengan usaha segelintir orang, akan tetapi keberhasilan besar dapat dicapai dengan usaha dan dukungan yang besar pula, dan dengan semakin banyak orang yang memanfaatkan produk keuangan secara bijak dan bertanggung jawab kita dapat saling bahu membahu dalam keberlangsungan kehidupan hajat hidup orang banyak.

Kesadaran gotong royong tidak hanya dalam lingkup sosial tetapi juga lingkup ekonomi dalam hal ini dengan mendorong kita semua warga masyarakat Indonesia berperan aktif berkontribusi investasi pada produk keuangan agar terjadi makroprudensial dalam sistem keuangan makro.

Leave a Reply