Artis Pertama Pemenang Academy Awards Keturunan Afro-Amerika

331 0

Bagi para aktor dan aktris Hollywood, memenangkan piala Academy Awards adalah mimpi terbesarnya. Tidak hanya dari Hollywood, beberapa aktor dan aktris dari luar Hollywood pun tentunya memiliki mimpi yang serupa. Pada pembahasan kali ini, sejarah perfilman dunia mencatatkan sebuah nama aktris yang dijuluki sebagai “Aktris Afrika-Amerika Pertama” yang memenangkan penghargaan Academy Awards. Siapakah Dia? Berikut profilnya.

Sumber : Wikipedia

Namanya adalah Hattie McDaniel. Beliau dilahirkan di Denver, Colorado, Amerika Serikat pada tanggal 10 Juni 1893. Beliau adalah anak bungsu dari 13 bersaudara, putri pasangan Susan Holbert & Henry McDaniel. Orang tua Hattie adalah seorang mantan budak yang diperbudak di Wichita, Kansas. Darah seni yang Beliau dapatkan berasal dari sang Ibu, karena Ibunya adalah seorang penyanyi musik religi (Nasrani). Pada masa Perang Saudara Amerika Serikat, Ayahnya Hattie adalah salah satu anggota pasukan ke-122 Tentara Kulit Hitam AS. Selain Hattie, 2 Kakaknya juga terjun ke dunia akting, mereka adalah Sam McDaniel & Etta McDaniel.

Pada tahun 1908, Hattie mendaftarkan dirinya ke Denver East High School dan lulus pada tahun 1910. Semasa SMA, Hattie pernah mengikuti kontes seni peran yang disponsori oleh Women’s Christian Temperance Union. Dari kontes tersebut, Beliau berhasil keluar sebagai juara pertama.

Selain berbakat di dunia akting, Hattie juga memiliki bakat dalam menciptakan sebuah lagu. Beliau pernah membantu Kakaknya yang lain, yaitu Otis McDaniel dalam membuat sebuah lagu untuk acara karnaval yang dibuat oleh Otis. Bukan cuma itu, Hattie juga memiliki bakat dalam bidang tarik suara. Beliau bersama Kakaknya, Etta McDaniel pernah membuat sebuah grup penyanyi bernama McDaniel Sister Company pada tahun 1914.

Selepas wafatnya Otis sang Kakak, keluarga McDaniel sempat mengalami kesulitan finansial selama kurang lebih 4 tahun lamanya, yakni sejak tahun 1916-1920. Barulah setelah itu, Hattie mendapatkan pekerjaan baru sebagai seorang penyiar radio. Beliau menjadi salah satu pengisi acara Melody Hounds yang disiarkan di stasiun radio KOA, salah satu stasiun radio di Denver. Beliau bekerja di sana selama 5 tahun, dari 1920-1925.

Di tahun 1926, Hattie mencoba peruntungannya di industri musik AS. Beliau menjalin kontrak dengan 2 label rekaman, yaitu Okeh Records dan Paramount Records. Ada 10 lagu yang berhasil Hattie rilis bersama kedua perusahaan label rekaman tersebut, meskipun total lagu yang direkam Hattie sebanyak 16 buah lagu. Proses rekamannya sendiri berlangsung sampai tahun 1929.

Karena kondisi ekonomi negara yang sedang tidak bersahabat kala itu, Hattie terpaksa harus bekerja serabutan sebagai seorang pelayan di sebuah kafe di Milwaukee. Karena kafe tersebut juga menyediakan live music, Hattie pun tertarik untuk menjadi penyanyi di sana. Awalnya pihak manajemen kafe sempat meragukan bakatnya Hattie, namun setelah Beliau tampil ke atas panggung, barulah pihak manajemen kafe menyetujuinya. Bahkan, para pengunjung kafe selalu menantikan penampilan Hattie di atas panggung.

Pada tahun 1931, Hattie memutuskan untuk pindah ke Los Angeles menyusul Kakak-kakaknya, sambil berharap agar nasibnya bisa sesukses mereka. Tak hanya itu, tujuan Hattie lainnya adalah untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang Aktris Hollywood. Sama halnya dengan perjalanan karier sebelumnya, dimana Beliau harus memulainya dari nol terlebih dulu. Sesampainya di Los Angeles, Hattie sempat bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga dan koki restoran.

Hattie kembali bekerja sebagai penyiar radio dengan mengisi acara The Optimistic Do-Nut Hour, sebuah acara drama radio yang disiarkan di stasiun radio KNX. Dalam acara tersebut, Hattie mendapatkan peran “Hi-Hat Hattie”, seorang pelayan pribadi yang memiliki sifat suka menyuruh orang lain, padahal Dia sendiri adalah seseorang yang suka disuruh-suruh. Peran Hattie dalam acara tersebut membuatnya terkenal oleh orang banyak, bahkan Beliau berhasil mendapatkan posisi yang sejajar dengan Kakak-kakaknya yang sudah menjadi selebriti Hollywood ternama. Sayangnya, gaji yang diterima Hattie tidak sepadan dengan kepopulerannya. Gajinya sangat kecil, sehingga Hattie harus menyokongpemasukannya dengan bekerja serabutan.

Pada tahun 1932, Hattie mendapatkan peran film perdananya, walaupun peran yang Beliau mainkan hanyalah peran minor saja. Film tersebut berjudul The Golden West. Dalam film tersebut, Hattie memerankan pekerjaan serabutannya sendiri. Ya, apalagi kalau bukan pembantu rumah tangga. Kesuksesan Hattie di dunia akting mulai meroket pasca Beliau bermain dalam film I’m No Angel, yang dirilis pada tahun 1933. Dan lagi-lagi, Hattie berperan sebagai seorang pembantu dalam film tersebut.

Di tahun 1934, Hattie bergabung dengan organisasi Screen Actor Guild, sebuah organisasi serikat pekerja di industri perfilman Hollywood. Di tahun yang sama, Beliau mendapatkan peran utama dalam film Judge Priest. Film tersebut disutradarai oleh John Ford dan dibintangi oleh aktor Will Rogers. Dalam film tersebut, Hattie menampilkan bakat menyanyi dan beraktingnya bersama sang aktor.Setahun kemudian pada 1935, Hattie dikontrak oleh studio Fox Film Corporation untuk berperan dalam film The Little Colonel.

Film tersebut dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris Hollywood ternama, seperti Shirley Temple, Bill “Bojangles” Robinson and Lionel Barrymore. Semenjak itu, nama Hattie McDaniel pun kian tersohor di Hollywood. Sebagai seorang aktris, Hattie juga dikenal akrab dengan beberapa aktor dan aktris Hollywood lainnya, seperti Joan Crawford, Tallulah Bankhead, Bette Davis, Shirley Temple, Henry Fonda, Olivia de Havilland, Clark Gable sampai Ronald Reagan. Orang yang sama dengan Ronald Reagan yang dikenal sebagai salah satu Presiden Amerika Serikat. Ya, faktanya Presiden Reagan pernah menjajal dunia akting sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.

Tahun 1939, diadakan sebuah audisi untuk peran Mammy dalam film Gone with the Wind. Film tersebut diproduseri oleh David O. Selznick. Ia dan tim casting film pun melakukan audisi tersebut. Beberapa kandidat yang masuk ke dalam jajaran casting tersebut adalah aktris Scarlet O’Hara dan pembantu dari Ibu Negara AS saat itu, Eleanor Roosevelt, yang bernama Elizabeth McDuffie. Namun, baik Scarlet maupun Elizabeth gagal dalam audisi tersebut. Meski begitu, Scarlet O’Hara masih lolos audisi dan mendapatkan peran yang lain.

Sampai pada akhirnya, aktor Clark Gable merekomendasikan produser Selznick untuk menyeleksi Hattie McDaniel. Hattie pun dipanggil untuk audisi setelahnya. Sebetulnya, Hattie merasa ragu kalau dirinya akan terpilih sebagai karakter Mammy yang karakternya lancang, kasar dan tidak sopan, membuatnya terkesan seperti tokoh antagonis. Sejauh ini, Hattie dikenal sebagai aktris yang selalu memainkan tokoh yang jenaka dan menghibur atau istilahnya adalah comic-relief. Namun ternyata, Hattie lolos audisi dan terpilih sebagai Mammy dalam film Gone with the Wind.

Sayangnya, perannya sebagai Mammy mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, khususnya komunitas warga kulit hitam Amerika Serikat. Mereka menilai kalau Hattie “asal terima kerjaan” saja, tanpa memikirkan dampak kedepannya seperti apa. Tak hanya itu, film Gone with the Wind sendiri sempat memasukkan beberapa kata dalam dialog pemerannya yang terkesan menghina orang kulit hitam.

Alhasil, Organisasi National Association for the Advanced of Colored People (NAACP) sampai turun tangan dan mendesak produser dan sutradara film tersebut untuk mengganti dialog yang berbau hinaan tersebut. Meskipun sudah diganti, namun kesan hinaan dalam dialog pemerannya masih terasa di telinga para penonton kulit hitam.

Pada 15 Desember 1939, pemutaran perdana film Gone with the Wind diselenggarakan di Bioskop Loew’s Grand Theater, Peachtree Street, Atlanta. Akibat peraturan wilayah saat itu yang melarang orang kulit hitam untuk mendatangi tempat umum (termasuk Bioskop), Hattie McDaniel tidak diperbolehkan hadir dalam acara pemutaran perdana film tersebut.

Aktor Clark Gable yang juga bermain dalam film tersebut sempat memboikot aturan tersebut. Ia tidak rela kalau sahabatnya itu tidak diizinkan untuk hadir. Namun, Hattie meyakinkan Clark untuk menghadiri acara tersebut meskipun tanpa dirinya. Produser David O. Selznick yang sepemikiran dengan Clark Gable baru mengizinkan Hattie untuk menghadiri acara pemutaran perdana film Gone with the Wind di Hollywood pada 28 Desember 1939.

Singkat cerita, pagelaran Academy Awards ke-12 pun digelar di Coconut Grove Restaurant, Ambassador Hotel, Los Angeles, California. Dalam ajang tersebut, film Gone with the Wind berhasil memenangkan 8 Penghargaan Academy Awards, salah satunya adalah kategori “Aktris Pendukung Terfavorit” yang dimenangkan oleh Hattie McDaniel.

Meskipun Hattie menang, namun tindakan rasisme harus kembali Ia alami. Pertama, saat Beliau menghadiri acara tersebut, Ia ditempatkan di sebuah kursi yang berada jauh di belakang para tamu lainnya. Ia hanya ditemani oleh agennya yang bernama William Meiklejohn, seorang pria berkulit putih.

Alasannya karena tempat diadakannya acara Academy Awards tersebut memiliki peraturan ketat yang melarang keras tamu berkulit hitam untuk masuk ke sana. Dan Hattie adalah satu-satunya orang kulit hitam yang hadir di sana. Kedua, pasca pagelaran Academy Awards usai, semua rekannya yang berkulit putih menghadiri pesta yang diperuntukkan bagi orang kulit putih saja. Karena Hattie adalah orang kulit hitam, otomatis Beliau tidak diajak ke dalam pesta perayaan tersebut.

Hattie McDaniel (kiri) dalam film Gone with the Wind (Sumber : Wikipedia)

American Film Institute juga menobatkan film Gone with the Wind sebagai penghuni posisi keempat dari daftar “100 Film Terbaik Sepanjang Masa” di tahun 1998 dan di posisi keenam di tahun 2007 untuk daftar yang sama.

Hattie McDaniel melanjutkan kariernya sebagai aktris dan penyiar radio hingga akhir hayatnya. Film terakhir yang Beliau mainkan adalah Family Honeymoon, yang dirilis pada tahun 1949. Hattie sempat muncul di sebuah serial TV Amerika Serikat berjudul The Ed Wynn Show. Selain itu, Hattie menjadi tokoh utama dalam acara radio berjudul Beulah.

Acara radio tersebut juga dijadikan sebuah serial TV. Hattie menggantikan posisi aktris Ethel Waters yang memerankan karakter Beulah di musim pertama serial TV tersebut. Semenjak serial TV tersebut diperankan oleh Hattie, acara tersebut pun viral di seluruh Amerika dan membuat nama Hattie McDaniel kian meroket.

Saking populernya, diketahui bahwa jumlah bayaran yang diterima Hattie dari serial TV tersebut sekitar $8.000 per bulan. Lagi-lagi, kontroversi kembali menghantui kariernya Hattie. Karakter Beulah dalam serial TV dan radio tersebut diceritakan sebagai sosok yang sangat pemalas. Dan hal tersebut memberikan stereotip negatif bagi orang kulit hitam di AS.

Pada Agustus 1950, Hattie sempat terkena serangan jantung dan memaksanya untuk dirawat di Rumah Sakit. Beliau baru boleh dipulangkan dari Rumah Sakit pada bulan Oktober tahun itu. Sayangnya, pada tahun 1952, Hattie didiagnosa mengidap kanker payudara. Dan pada 26 Oktober 1952, Hattie McDaniel meninggal dunia akibat kanker payudara yang diidapnya.

Hattie McDaniel dalam serial TV Beulah (Sumber : Wikipedia)

Dalam surat wasiatnya, Hattie menuliskan bahwa dirinya ingin dimakamkan di Hollywood Cemetery, Santa Monica. Pemakaman tersebut merupakan pemakaman bagi para aktor dan aktris Hollywood ternama. Karena peraturan wilayah yang berlaku, jasad Hattie tidak diizinkan untuk dimakamkan di sana. Hanya jasad selebriti kulit putih saja yang diperbolehkan untuk dimakamkan di sana.

Pada akhirnya, jasad Hattie McDaniel dimakamkan di Rosedale Cemetery (sekarang Angelus-Rosedale Cemetery). Pada tahun 1999, dengan bergantinya kepemilikan makam dan peraturan yang berlaku, pihak makam mengizinkan jasad Hattie untuk dimakamkan di Hollywood Cemetery (sekarang Hollywood Forever Cemetery). Namun, karena sudah terlanjur dimakamkan di tempat lain, untuk mengabulkan wasiat terakhirnya, pihak Hollywood Forever Cemetery memutuskan untuk membuatkan sebuah monumen besar atas nama Hattie McDaniel.

Untuk menghormati kariernya, nama Hattie McDaniel dipajang di Hollywood Walk of Fame, Hollywood Boulevard. Di tahun 1975, nama Hattie McDaniel terpilih sebagai salah satu peraih Black Filmmakers Hall of Fame. Kisah hidupnya Hattie McDaniel juga diabadikan dalam beberapa film biopik, salah satunya yang paling baru adalah yang dirilis pada tahun 2020 kemarin, sebuah film biopik yang ditayangkan di media streaming Netflix dan diperankan oleh aktris Queen Latifah.

Hattie McDaniel di Hollywood Walk of Fame (Sumber : Wikipedia)

Leave a Reply