Apa itu Inflasi ?

11 0

Inflasi dan deflasi adalah fenomena economi yang jamak terjadi di negara manapun di dunia —-RMND

Selama masa pandemi, sedikit banyak berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan kita sehari hari. Mulai dari kebiasaan bersosialisasi, kesehatan, pendidikan hingga ekonomi. 

Tercatat perekonomian Indonesia mengalami deflasi atau penguatan nilai uang selama 3 bulan berturut turut (July – Sept 2020) dan pelemahan (inflasi) sebesar 0.17% pada Oct 2020. Deflasi dan inflasi membuat masyarakat membayar lebih murah atau mahal untuk setiap barang atau jasa yang digunakan. 

Pertanyaan pun muncul dibenak kita semua, sebenarnya apa itu deflasi dan inflasi ? dan Apa dampak yang dirasakan oleh masyarakat dari adanya inflasi dan deflasi? 

Pada kesempatan ini, kita akan mencoba mengurai definisi hingga dampak yang dirasakan masyarakat dari fenomena keuangan (inflasi dan deflasi). 

Pertama, apa itu inflasi ? 

Secara sederhana, inflasi adalah kenaikan harga barang atau jasa dalam kegiatan ekonomi. Hal ini dapat terjadi akibat dari pelemahan nilai mata uang.

Pada saat nilai mata uang melemah, purchasing power atau daya beli pun akan melemah. Hal ini memunculkan dampak bahwa kita harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk dapat menebus barang atau jasa dengan jumlah yang sama dibanding sebelum terjadi inflasi.

Banyak diantara kita berpikir bahwa inflasi terjadi jika terjadi kenaikan harga bebèrapa barang atau jasa yang kita gunakan. Inflasi hanya terjadi jika harga seluruh barang naik secara bersamaan. 

Secara garis besar ada dua faktor utama yang dapat memunculkan inflasi yaitu demand dan cost produksi (Demand Pull Inflation dan Cost Pull Inflation ). 

Pada inflasi yang disebabkan permintaan yang meningkat secara significant, maka dalam periode waktu yang terbatas (sebelum suplay menyesuaikan demand) permintaan akan memberikan tekanan terhadap barang dan terjadilah inflasi. (Ex Masker) 

Pada inflasi yang disebabkan kenaikan harga faktor produksi (barang maupun jasa), naiknya input faktor produksi maka akan berpengaruh pada harga output barang hasil produksi dan terjadilah inflasi. (Ex. Kenaikan BBM)

Inflasi sangat berpengaruh dalam berjalannya kegiatan ekonomi maupun individu secara umum. Apabila inflasi naik melebihi kenaikan pendapatan atau gaji, hal ini memicu turunnya daya beli masyarakat. Masyarakat dituntut bekerja lebih extra atau dengan melakukan penghematan untuk dapat penuhi kebutuhannya. 

Potensi dampak yang dirasakan oleh investor (pendapatan tetap obligasi/reksadana) dari naiknya inflasi yaitu penurunan nilai investasi. Karena BI sebagai regulator akan menaikkan suku bunga acuan untuk menyeimbangkan inflasi. 

Disisi lain dampak positif inflasi atau kenaikan harga yaitu akan menstimulasi tumbuhnya industi karena sektor tersebut dianggap profitable dan dengan tumbuhnya industri baru tentu akan memunculkan lapangan kerja baru serta mengurangi tingkat pengangguran.

Inflasi juga akan menstimulasi masyarakat meminjam uang ke bank untuk membeli barang kebutuhan mereka, dan masyarakat yang meminjam uang berpotensi mendapat keuntungan (value) dengan membayar lebih rendah (value) di kemudian hari. 

Inflasi dan deflasi adalah fenomena economi yang jamak terjadi di negara manapun di dunia. Setiap negara memiliki otoritas khusus untuk dapat mengendalikan inflasi dan deflasi sesuai dengan target yang dibuat masing masing negara agar perekonomian negara tetap stabil dan tidak bankrupt.

Leave a Reply