Analisa Ratio Fundamental Saham Perusahaan Tbk

113 0

Resiko muncul akibat kita tidak mengetahui apa yang kita lakukan —— RMND

Saham adalah bukti kepemilikan sebagian perusahaan oleh pemegang saham. Saham di jual belikan secara bebas di pasar saham.

Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham memiliki hak atas perusahaan baik aset hingga revenue yang dimiliki dan dihasilkan perusahaan.

Untuk mendapatkan perusahaan yang sesuai dengan tujuan investasi, investor harus melakukan analisa terlebih dahulu kondisi fundamental perusahaan. 

Image Unsplash.com @lysanderyuen

Pengetahuan dan Kejujuran adalah kunci kesuksesan —- RMND

Beberapa rasio yang digunakan untuk menganalisa fundamental suatu saham : 

  • 1. Price Earnings Ratio ( PER ) 
  • PER = Harga Saham / Earning Per Share 

Rasio ( PER ) menunjukkan berapa lama estimasi pengembalian investasi jika dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan perusahaan. 

PT CBD : 

  • Harga Saham Rp 1.235 
  • Earning Per Share Rp 16.02 

Maka estimasi pengembalian dana investasi jika saham tersebut dipegang investor adalah selama 77 tahun.

  • 2. Price to Book Value ( PBV ) 
  • PBV = Harga Saham / Book Value

Rasio ( PBV ) menunjukkan berapa rasio harga saham dibanding nilai buku perusahaan. Semakin tinggi PBV maka semakin mahal nilai perusahaan dimata investor.

PT CBD : 

  • Harga Saham Rp 1.235 
  • Book Value Rp 1.500

Maka estimasi dana yang dikeluarkan investor adalah 82% dari nilai buku perusahaan, rasio ini  menunjukkan memiliki nilai margin of safety dari harga perusahaan. 

Margin of safety banyak dilakukan investor dengan mazhab investasi value investing. 

  • 3. Debt to Equity Ratio ( DER ) 
  • DER  = Total Hutang / Total Modal 

Rasio ( DER ) menunjukkan tingkat resiko yang dimiliki perusahaan dipengaruhi oleh besaran hutang yang dimiliki.

PT CBD : 

  • Total Debt Rp 100 M 
  • Total Modal Rp 120 M

Maka estimasi nilai ( DER ) perusahaan sekitar 0.83, semakin rendah nilai rasio ini maka akan semakin baik. 

  • 4. Return on Equity ( ROE ) 
  • ROE  = Nett Income  / Total Modal 

Rasio ( ROE ) menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal yang dimiliki. 

PT CBD : 

  • Nett Income Rp 6 M
  • Total Modal Rp 120 M

Maka estimasi nilai ( ROE ) perusahaan sekitar 0.05 atau 5% semakin tinggi nilai rasio ini maka akan semakin baik. 

  • 5. Current Ratio ( CR ) 
  • CR  = Aset lancar  / Hutang lancar 

Rasio ( CR ) menunjukkan tingkat kemampuan liquiditas perusahaan dalam memenuhi kewajiban hutang jangka pendek. 

PT CBD : 

  • Asset Lancar Rp 6 M
  • Hutang Lancar Rp 3 M  

Maka estimasi nilai ( CR ) perusahaan sekitar 2, semakin tinggi nilai rasio ini maka akan semakin baik. Minimal carilah perusahaan dengan nilai CR lebih dari 1 karena memiliki aset lancar lebih besar dari hutang lancarnya.

Setiap investor memiliki preferences yang berbeda beda dalam menilai value dan aspek fundamental suatu saham. 

Sudah selayaknya kita membeli saham sesuai dengan tujuan investasi yang ingin kita capai, bukan hanya membeli saham karena ikut ikutan. 

Hal ini untuk dapat menghindari kita dari resiko kerugian dimasa mendatang, karena kita semua ketahui bahwa fluktuasi harga saham yang sangat tinggi. 

Rio Aditya Ermindo

Rio Aditya Ermindo

Follow my instagram @rioadityae

Leave a Reply