Analisa Potensi Kebangkrutan Perusahaan Tbk gunakan Altman Z Score

8 0

Kita tidak dapat memprediksi masa depan dengan pasti, tetapi berdasar pola masa lalu yang sudah pernah terjadi kita hampir bisa memprediksi masa yang akan datang — RMND

Kondisi ekonomi kedepan tidak dapat diprediksi dan tidak menentu, karena banyak faktor yang saling mempengaruhi seperti ekonomi, politik, hingga kesehatan (covid19-2020) namun kita dapat melakukan mitigasi resiko melalui analisa  yang sudah terbukti sebelumnya.

Sebelum kita memutuskan untuk menginvestasikan dana kita di perusahaan (saham), kita harus menganalisa terlebih dahulu kondisi fundamental perusahaan. 

Perusahaan yang baik harus memiliki kondisi fundamental yang baik, salah satu nya adalah ketahanan perusahaan untuk terhindar dari resiko kebangkrutan. 

Untuk dapat menganalisa kondisi fundamental dalam menghadapi resiko kebangkrutan, salah satunya dapat dilakukan dengan bantuan Model Altman Z Score. 

Image : Unsplash.com @ojnibl

Metode Altman Z Score ditemukan oleh Edward Altman seorang professor dari New York University pada tahun 1968.

Metode Altman z score terbukti akurat 82% dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan dalam 2 tahun kedepan melalui analisa data financial perusahaan. 

Altman Z Score : 

                 = 1.2A + 1.4B + 3.3C + 0.6D + 1E 

Keterangan : 

 A = Current Ratio / Total Asset 

 B = Retained Earning / Total Asset 

 C = EBIT / Total Asset 

 D = Market Capt / Total Liabilities 

 E = Sales / Total Asset 

Rasio A – E mewakili fungsi yang saling terkait, fungsi dari rasio A untuk mengukur kemampuan likuiditas perusahaan. 

Rasio B untuk menilai berapa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profit sedangkan rasio C untuk menilai tingkat produktifitas perusahaan. 

Rasio D untuk menilai kemampuan perusahan membayar hutangnya, dan rasio E untuk menilai tingkat efektifitas perusahaan menghasilkan laba dari asset yang mereka miliki.

Jika hasil perhitungan menunjukkan angka diatas 2.99 maka kecil kemungkinan perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan, dan berlaku sebaliknya.

Mengetahui kondisi fundamental perusahaan, dapat menyelamatkan investor dari potensi kerugian yang muncul akibat berinvestasi ke dalam perusahaan yang tidak baik.

Leave a Reply