5 Penyebab Kucing Tidak Mau Makan

10 0

Permasalahan kucing yang tidak mau makan pasti akan menjadi hal yang serius dan perlu dikhawatirkan oleh si pemelihara hewan tersebut.

Pasalnya, faktor penyebab kucing tidak mau makan terkadang susah dicari secara pasti. Lain halnya dengan hewan yang lain, kucing apabila tidak mau makan akan rentan terserang oleh penyakit.

Hal ini karena meskipun kucing tidak mau makan, dia tetap mempunyai energi dari proses pembakaran lemak yang tersimpan dalam jaringan tubuh kucing tersebut.

Namun, energinya tidak efisien sehingga perubahan ini dapat mengganggu sistem metabolisme serta mengakibatkan jaringan pada organ hatinya bisa rusak atau yang biasa disebut dengan istilah Hepatik Lipidosis.

Oleh karena itu, kita wajib mengetahui apa yang menyebabkan kucing peliharaan tidak mau makan.

Kucing Menderita Penyakit Mulut

Images : Pixabay.com

Mungkin kita bisa memeriksa kondisi mulut kucing, apakah di dalam mulutnya terdapat luka atau mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Hal ini bisa saja, kucing terkena penyakit pada mulutnya sehingga dia mengalami kesulitan untuk makan dan juga menjadi malas makan.

Kucing Kehilangan Nafsu Makan

Images : Pixabay.com

Coba amati apakah kucing merasa senang jika makananya datang. Apabila tidak, mungkin kucing  telah kehilangan nafsu makannya.

Oleh karena itu, konsultasikan kepada Dokter hewan agar diberi vitamin untuk meningkatkan nafsu makannya.

Kucing Merasa Bosan

Images : Pixabay.com

Rasa Bosan tentunya bisa dirasakan oleh siapapun, termasuk kucing yang merasa malas untuk makan.

Pada kasus tidak mau makan ini, kerap terjadi terutama untuk ras kucing Persia dimana mereka cenderung lebih banyak tidur dari biasanya.

Terjadi Masalah Pada Sistem Pencernaan Kucing

Images : Pixabay.com

Masalah lain kenapa kucing tidak mau makan, mungkin terjadi masalah pada metabolisme atau sistem pencernaan hewan tersebut.

Umumnya, hal ini disebabkan oleh adanya benda asing yang masuk ke dalam tubuh kucing tersebut, entah itu radang, parasit atau faktor yang lain.

Kucing Menderita Sakit

Images : Pixabay.com

Ternyata sakit yang diderita oleh kucing bukan hanya sakit mulut atau masalah pada sistem pencernaannya saja. Namun, masih ada banyak penyakit lain yang dapat menyerang kucing.

Maka dari itu, kita perlu mengetahui beberapa penyakit berbahaya yang mungkin bisa menyerang kucing kapan saja, seperti berikut ini.

a. Penyakit Feline Panleukopenia Virus (FPV) 

FPV merupakan sebuah virus yang kerapkali menyerang hewan kucing. Dimana, virus ini dapat sekali menular ke kucing lainnya hanya melalui benda apapun yang sudah terkontaminasi oleh virus ini, misalnya kotoran, urin atau air liur.

Kucing yang terkena virus ini akan mengalami demam dan tidak mau makan, kemudian kondisinya lemas selama kurun waktu 1 sampai 2 hari.

Jika sakitnya semakin parah, kucing akan mengalami muntah-muntah dan diare darah. Virus ini juga menjadi salah satu penyebab kasus kematian pada hewan kucing tertinggi.

b. Penyakit Chlmydophilosis 

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang berasal dari bakteri Chlamydiasis felis dimana bakteri ini menyerang anak kucing yang berusia 5 hingga 12 minggu.

Gejala yang dialami:

Kucing akan mengalamu demam, bersin-bersin dan hidung berair. Lalu, nafsu makannya hilang dan matanya pun mengalami peradangan.

Apabila penyakit ini tidak segera ditangani maka hanya dalam waktu 2 bulan virus ini akan menyebar dan menular melalui lendir.

c. Penyakit Feline Immunodefisiensi Virus

Virus ini masuk dalam tubuh kucing secara bertahap dan sangat mirip dengan virus HIV  yang menyerang manusia.

Nantinya virus ini akan melemahkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh kucing, sehingga kucing akan mudah terserang oleh penyakit lain hingga pada akhirnya mati.

d. Penyakit Feline Calici Virus

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini akan menyerang beberapa sistem pada tubuh kucing mulai dari sistem saluran pernafasan, mulut, sistem pencernaan, otot serta tulang. Selain itu, virus ini dapat menular melalui mata, hidung atau menghirup virus dari bersin kucing yang terkena infeksi. Kemudian, bisa juga dari pemakaian mangkuk makan serta litter box yang sama dengan kucing yang telah terkontaminasi oleh virus ini sebelumnya.

Gejala yang dialami:

Kucing akan mengalami kehilangan nafsu makan, mata kucing berair, hidungnya berlendir, terdapat luka ataupun sariawan di lidah atau bibir. Disamping itu, kucing akan mengalami susah bernapas dan sendi pada kucing juga akan mengalami peradangan.

Apabila sakitnya semakin parah, kucing bisa menderita sakit pneumonia, hepatitis, dan bahkan paling parah adalah terjadi pendarahan.

Leave a Reply